Beberapa bursa saham Asia sendiri sudah mulai rebound seperti Nikkei Jepang yang dibuka menguat 82,56 poin atau 1,04% ke posisi 7.984,20. Rebound-nya bursa saham Asia diharapkan bisa menular ke IHSG pada perdagangan Kamis (22/1/2009).
Saham-saham di Wall Street juga akhirnya rebound setelah sebelumnya terpukul hingga level terendah dalam 2 bulan.
Rebound terjadi berkat laporan dari IBM yang memunculkan kembali optimisme bahwa sektor teknologi kondisinya kemungkinan lebih baik ketimbang yang dipikirkan orang selama masa krisis kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari dalam negeri sentimen negatif yang masih membayangi adalah tipisnya nilai transaksi sehingga IHSG sulit untuk melesat tajam. Saham perbankan dan tambang tetap menjadi fokus pasar.Β
Pada penutupan perdagangan saham, Rabu kemarin (21/1/2009) IHSG turun 22,698 poin (1,69%) menjadi 1.321,453.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Anjloknya bursa regional menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG yang kemarin ditutup melemah -1,69%. Fokus investor global masih pada masalah perlambatan ekonomi dunia. Pelantikan Presiden Barrack Obama tidak mampu menahan kejatuhan bursa regional. Pasar masih menanti kebijakan yang akan diambil pemerintahan Obama, terkait dengan mengatasi krisis ekonomi. Sementara dari dalam negeri, yang menjadi pendorong turunnya indeks adalah aksi jual terhadap saham perbankan.
Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Minimnya nilai transaksi perdagangan merupakan sinyal dari pola sideways. Artinya, investor masih ragu untuk masuk ke pasar saham. Beberapa issue negatif tampaknya masih akan membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek. Kisaran support-resistance 1.300-1.340.
eTrading Securities
Perdagangan Dow Jones Semalam ditutup rebound dari tekanan jual sehari sebelumnya, Dow +3,5% menjadi 8.228. Rally pada sektor perbankan menjadi pengerak indek Dow, Citi dan JP Morgan meroket 31% dan 25% masing-masing. Pergerakan indek juga semakin kuat pada sesi sore setelah kongres menghentikan pengecekan atas Tim Geithner dan nominasi dia untuk menjadi seketaris bendahara di kahiri. Ini bukan tanda dari perbalikan arah trend, saya melihat hanya rebound terhadap saham yang telah oversold.
Pergerakan ISX ikut tergerus kemarin, transaksi masih cenderung tipis sekitar Rp1,3 triliun. Bank rata-rata menjadi pengerak indek, dengan tekanan terbesar dari sisi BDMN -15% atau telah terkoreksi 25% dalam 2 hari. BDMN mencatat penurunan laba dari Rp2,1 triliun FY2007 menjadi Rp1,5 triliun FY2008, angka ini jauh dari prediksi pasar sekitar Rp1,8 triliun. Banker juga memiliki leverage yang cukup besar pada US Dollar pada produk derivative nya. Sementara Banker yang lain seperti BBCA (-7%) dan BMRI (-7%) juga mendapat rekomendasi neutral β underweight dari rata-rata analysts. Pada sisi yang berbeda BBRI (unch) masih mendominasi antara banker untuk rating Outperform, karena penurunan suku bunga bisa menjadi katalis BBRI.
(ir/ir)











































