"Kita lihat ada perbedaan antara data yang dilaporkan nasabah dengan data yang dimiliki DBS," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu usai pemeriksaan di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (21/1/2009) malam.
Menurut Guntur, kejanggalan justru lebih terlihat pada data yang diajukan oleh Dedy Hartawan Jamin, nasabah DBS yang mengaku diselewengkan dananya oleh DBS. Pada Selasa (20/1/2009) lalu, Dedy mengadakan konferensi pers. yang mengatakan DBS telah menyalahgunakan dananya yang disimpan di DBS sebesar Rp 100 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai hasil pemeriksaan data-data kedua belah pihak, Guntur mengatakan BEI masih perlu mengklarifikasi lebih lanjut soal dugaan yang dilayangkan Dedy kepada DBS.
"Kita lihat ada ketidakcocokan data antara yang dinyatakan nasabah DBS dalam konferensi pers dengan data yang diberikan ke BEI. Data tersebut juga tidak cocok dengan data yang diberikan DBS. Jadi masih akan kita klarifikasilagi. Kita minta data-data lebih lanjut," jelas Guntur. (dro/ir)











































