Bapepam Tak Mau Buru-buru Salahkan DBS

Bapepam Tak Mau Buru-buru Salahkan DBS

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2009 11:25 WIB
Bapepam Tak Mau Buru-buru Salahkan DBS
Jakarta - Kasus kerugian dana nasabah PT DBS Vickers Indonesia masih terus dilakukan pengecekan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Pihak Bapepam tidak mau buru-buru menyalahkan DBS.

Sebelumnya, pada Selasa 20 Januari 2009), nasabah DBS bernama Dedy Hartawan Jamin mengatakan DBS telah menyalahgunakan dananya yang disimpan di DBS sebesar Rp 100 miliar.

"Jadi begini, dia kan punya alasan. Kita mau cek siapa yang benar. Karena kalau DBS bilang semuanya sudah dengan perjanjian. Jadi saya masih belum tahu siapa yang bilang. Jadi apakah ini risiko investasi, itu kita cek. Jadi kita juga jangan cepat-cepat menyalahkan DBS," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Kamis (22/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fuad, dalam situasi krisis global banyak orang yang rugi. "Kadangkala kalau dia rugi, dia tidak mengakui kalau dia rugi. Nanti dia bilang dia salahin brokernya. Jadi kita cek dulu," ujar Fuad.

Sementara Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mulai pemeriksaan kasus DBS ini pada Rabu kemarin.

BEI menemukan beberapa kejanggalan data dalam kasus dugaan penyelewengan dana nasabah PT DBS Vickers Indonesia. Data yang dilaporkan nasabah dengan data yang dimiliki DBS tidak sinkron.

"Kita lihat ada perbedaan antara data yang dilaporkan nasabah dengan data yang dimiliki DBS," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu usai pemeriksaan di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (21/1/2009) malam.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads