"Mungkin sekitar Maret Katarina akan melepas 40% saham," ujar Direktur Keuangan Katarina, Mohd Sophiyan Mohd Rashdi dalam acara makan siang di restoran Sari Kuring SCBD, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
Menurut Sophiyan, 400 juta lembar saham yang akan dilepas tersebut berasal dari salah satu pemegang saham perseroan. Namun ia belum dapat menyebutkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sophiyan mengatakan, seluruh dana perolehan IPO akan digunakan untuk membangun antara 3000 hingga 4000 Base Transceiver System (BTS). Perseroan telah memperoleh kontrak penggerjaan pembangunan BTS dari 4 perusahaan telekomunikasi.
"BTS-BTS tersebut dipesan oleh Telkomsel, XL, Indosat dan Axis," ujar Sophiyan.
Rencananya, semua BTS tersebut akan dibangun tahun 2009. Menurut Sophiyan, biaya yang dikeluarkan Katarina untuk membangun instalasi satu BTS membutuhkan dana sekitar US$ 30 ribu.
"Jadi total dana yang dibutuhkan sekitar US$ 900 juta hingga US$ 1,2 miliar," ujar Sophiyan.
Namun Sophiyan enggan memberikan target dana perolehan IPO. Ia hanya mengatakan bahwa sebagian besar kebutuhan dana membangun BTS tersebut berasal dari dana IPO. Sisanya dari kas internal.
"Target dana IPO di atas Rp 500 miliar, tapi di bawah Rp 1 triliun. Kepastiannya nanti kita umumkan," jelasnya.
Katarina akan mengajukan prospektus IPO ke Bapepam-LK pada pertengahan Februari 2009 dengan menggunakan laporan keuangan Desember 2008. "Jadi IPO kita kira-kira Maret atau April 2009," ujarnya. (dro/ir)











































