Saham Microsoft anjlok hingga 12% dan sempat menyentuh level terendahnya sejak tahun 1998, sekaligus menjadi faktor penentu utama anjloknya indeks Dow Jones. Microsoft sebelumnya mengumumkan akan memangkas 5% karyawannya serta mengingatkan bahwa kemungkinan tidak akan membukukan laba untuk sisa tahun fiskal terakhir. Pada kuartal sebelumnya, laba Microsoft anjlok tajam melebihi ekspektasi akibat krisis finansial global.
"Tidak ada berita baik di luar sana. Microsoft telah menarik 'permadani' yang ada di bawa kita. Wall Street benci kejutan, jangan kejutkan kami seperti itu," ujar Joe Salyuzzi, analis dari Themis Trading seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Microsoft sempat mencapai level terendahnya di US$ 17,07, yang merupakan terendah sejak Januari 1998 dan mencatat penurunan terburuk sejak November 2000. Saham Microsoft akhirnya ditutup turun hingga 11,7% ke US$ 17,11.
Kabar positif justru datang dari saham teknologi lainnya, Google Inc yang mencatat kinerja meyakinkan pada kuartal IV-2008. Perolehan tersebut melebihi ekspektasi Wall Street sehingga membuat saham Google naik hingga 2,8%.
Namun Wall Street diperburuk oleh data perekonomian AS yang masih menunjukkan pelemahan berdasarkan jumlah PHK yang mencapai 589.000 pada pekan terakhir, yang merupakan angka tertinggi sejak 26 tahun.
Perdagangan berjalan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,56 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,33 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)











































