Pelaku pasar memilih menjual sahamnya karena pasar saham pekan ini akan libur panjang dan baru buka lagi pada Selasa 27 Januari 2009 karena libur hari raya Imlek.
Saham-saham tambang dan perbankan mengalami tekanan paling besar karena sentimen rugi derivatif yang dialami dua sektor tersebut akibat melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS di triwulan terakhir 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 2,829 poin (1,09%) menjadi 257,902 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,277 poin (1,06%) menjadi 213,368.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 19.739 kali, dengan volume 1,161 miliar unit saham, senilai Rp 1,644 triliun. Sebanyak 28 saham naik, 83 saham turun dan 54 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 4.325, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 40 menjadi Rp 1.060, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 25 menjadi Rp 4.575, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 7.000 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 40 menjadi Rp 470.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 30 menjadi Rp 2.050, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 2.775 dan United Tractors (UNTR) naik Rp 25 menjadi Rp 4.700.
IHSG mengikuti pelemahan bursa saham Asia di akhir pekan ini seperti KOSPI turun 2,05%, Nikkei turun 3,81%, Shanghai turun 0,71%, STI Singapura turun 1,17% dan Hang Seng turun 0,63%.  Â
(ir/qom)











































