Pekan yang Sulit di Wall Street

Pekan yang Sulit di Wall Street

- detikFinance
Sabtu, 24 Jan 2009 07:52 WIB
Pekan yang Sulit di Wall Street
New-York - Pelantikan Barack Obama sebagai presiden AS tak serta merta disambut dengan semarak di bursa Wall Street. Indeks saham di Wall Street justru semakin terkulai lemas.

Sejak awal pekan, harapan akan penguatan saham-saham di Wall Street sebenarnya mulai menyeruak. Namun datangnya kabar-kabar negatif dari kinerja perusahaan membuat investor kembali menyurutkan langkahnya.

Dan di akhir pekan ini, investor masih bergerak ragu-ragu meski Nasdaq sudah ditutup menguat. Namun indeks Dow Jones ditutup masih melemah akibat outlook yang mengecewakan dari General Electric.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat (23/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 45,24 poin (0,56%) ke level 8.077,56. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 4,45 poin (0,54%) ke level 831,95 dan Nasdaq menguat 11,80 poin (0,81%) ke level 1.477,29.

Indeks Dow Jones berayun dengan rentang yang sangat lebar hingga 243,56 poin pada akhir pekan ini. Dow Jones sempat menembus level 7.909,03 yang merupakan level terendah sejak 21 November. Sepanjang pekan ini, Dow Jones tercatat turun 2,5%, S&P 500 turun 2% dan Nasdaq turun 3,4%.

Nasdaq melalui hari terbaiknya berkat penguatan saham-saham unggulan, termasuk Google Inc yang menguat hingga 5,9%.

Sementara saham-saham sektor finansial kembali bergerak menguat dengan JPMorgan Chase dan Bank of America memimpin penguatan. Investor kembali memburu saham perbankan dengan harapan dana talangan dari pemerintah AS akan segera memperbaiki kinerja sektor finansial. Saham JPMorgan Chase tercatat naik 5,1%, Bank of America juga naik 9,3%, Citigroup melonjak hingga 12%.

"Saham-saham finansial terangkat karena antisipasi atas kemungkinan keterlibatan pemerintah yang lebih kreatif pada pekan depan. Orang-orang berharap sektor finansial akan mendapat pertolongan yang signifikan," ujar Peter Kenney, managing director Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (24/1/2009).

Saham sektor energi juga menguat setelah harga minyak untuk kontrak Maret naik hingga 6%. Saham Chevron naik hingga 1,2% sekaligus menjadi top performer di Dow Jones.

Namun indeks Dow Jones digelayuti oleh sentimen negatif setelah GE memperingatkan bahwa tahun 2009 akan menjadi tahun yang sangat sulit. Saham GE merosot hingga 10,8%.

Perdagangan masih cukup lesu yakni di New York Stock Exchange sebanyak 1,42 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,19 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads