Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (26/1/2009) euro menguat ke 1,3186 dolar AS dibandingkan Jumat pekan lalu di level 1,2969 dolar AS. Sementara terhadap yen, dolar AS menguat ke 89,07 yen dibandingkan Jumat pekan lalu di level 88,76 yen.
Pelaku pasar di AS sedang cemas menantikan data-data terbaru dari indeks konsumer, keputusan rapat the Fed dan persetujuan paket stilumus dari Presiden Barack Obama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah langkah yang kontroversial dan mengandung risiko yang tinggi tetapi di sisi lain ini adalah suatu cara the Fed untuk melonggarkan ketatnya likuiditas dengan tetap menjaga kisaran bunga 0-0,25%," kata Sacha Tihanyi , analis mata uang dari Scotia Capital seperti dilansir dari AFP, Selasa (27/1/2009).
Sementara mata uang rupiah diprediksi masih akan mengalami tekanan di penghujung bulan ini karena meningkatnya permintaan dolar AS dari korporasi untuk pembayaran rutin di akhir bulan.
Pada perdagangan valas pukul 07.50 WIB, Selasa (27/1/2009) rupiah ada di level 11.225 per dolar AS. Posisi rupiah pagi ini agak menguat dibanding sebelumnya di level 11.310 per dolar AS.
Rupiah diprediksi masih akan bergerak volatil karena terseret faktor eksternal.
(ir/ir)











































