Review IHSG: Menguat di Awal Tahun Kerbau

Review IHSG: Menguat di Awal Tahun Kerbau

- detikFinance
Selasa, 27 Jan 2009 16:52 WIB
Review IHSG: Menguat di Awal Tahun Kerbau
Jakarta - Indeks menguat di awal tahun kerbau, tahun yang penuh kerja keras dengan penutupan di level 1.334,653 (+1,44%).

Optismisme menyambut datangnya tahun baru juga terjadi di sejumlah bursa AS dan regional yang ditutup menguat, Dow Jones (+0,48%), NYSE (+0,94%), Nikkei (+4,93%), Australia (+2,15%), Straits Time (+0%) sedang beberapa bursa Asia masih libur (Hang Seng, Kospi, dan Shang Hai) terkait perayaan Imlek.  

Indeks Dow ditutup menguat setelah Pfizer memastikan pembelian Wyeth senilai US$68 miliar serta data penjualan rumah AS naik diluar prediksi pada bulan Desember.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara penguatan terbesar Nikkei sejak 15 Desember 2008, ditopang oleh depresiasi mata uang yen sehingga membantu penjualan eksportir serta komitmen pemerintah untuk mengucurkan dana bagi perusahaan-perusahaan yang bermasalah.

Selain memfaktorkan penguatan bursa global, naiknya IHSG di teritori positif juga ditopang oleh naiknya beberapa harga komoditas dunia seperti batu bara +8,3% di US$88,19, Nikel +2,2% ytd, Timah +6,8% ytd, dan CPO +6,5% ytd serta ekspektasi terjadinya deflasi bulan Januari 2009.

Sehingga juga menyeret penguatan beberapa saham komoditas, mining, dan banking. INCO Rp2.575 (+6,18%), UNTR Rp4.875 (+3,72%), ANTM Rp1.100 (+3,77%), BUMI Rp485 (+3,19%), BMRI Rp1.800 (+1,12%), dan BBNI Rp710 (+1,42%).

Namun penguatan indeks hari ini tidak diikuti penguatan pada nilai transaksi yang  mencerminkan optimisme lantai bursa masih dibayangi kekhawatiran investor akan memburuknya hasil laporan keuangan emiten FY08 serta prospek perekonomian global. Trading value hari ini hanya sebesar Rp823,14 miliar terendah sejak November 2005, dengan frekuensi saham yang berpindah tangan sebanyak 28.774 kali.

Penguatan saham sepertinya akan kembali berlanjut besok melihat besar kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah di level 0-0,25% untuk menopang pertumbuhan ekonomi AS. Sementara rupiah hari ini ditransaksikan melemah mendekati level Rp11.300.
 
 

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads