IHSG Hijau Tapi Tipis

IHSG Hijau Tapi Tipis

- detikFinance
Rabu, 28 Jan 2009 07:36 WIB
IHSG Hijau Tapi Tipis
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bisa bertahan positif tapi tetap dengan nilai transaksi sekedarnya. Bursa regional yang positif menjadi penopangnya.

Indeks KOSPI Korea pada Rabu pagi ini (28/1/2009) naik 2,7% atau 29,83 poin ke posisi 1.123,23 dan Nikkei naik 8,82 poin (0,11%) menjadi 8.052,25.

Penguatan bursa regional mengekor naiknya bursa saham di Wall Street yang kembali bergerak menguat meski tidak terlalu signifikan karena keluarnya laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang lebih baik dari ekspektasi investor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (27/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik tipis 58,70 poin (0,72%) ke level 8.174,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 9,14 poin (1,09%) ke level 845,71 dan Nasdaq menguat 15,44 poin (1,04%) ke level 1.504,90.

Pelaku pasar masih menantikan hasil rapat the Fed yang akan diumumkan Rabu malam atau Kamis pagi waktu Indonesia. Pasar juga masih menanti persetujuan paket stimulus Presiden Barack Obama sekitar US$ 850 miliar.

Dari dalam negeri, investor masih akan melakukan pembelian terbatas karena minimnya sentimen di lantai bursa. Transaksi juga tidak terlalu ramai karena pemilik modal besar (hedge fund) banyak yang sudah cabut.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (27/1/2009) IHSG naik 21,046 poin (1,6%) menjadi 1.336,631.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Pasca libur panjang, indeks ditutup menguat 21 poin keposisi 1.336 dipicu reboundnya bursa Asia dan global. Selanjutnya pasar menanti paket stimulus dari Presiden Obama dan sidang The Fed. Menjelang The Fed meeting, biasanya bursa Asia cenderung sideways apalagi upside penurunan suku bunga sudah terbatas untuk saat ini sehingga tidak akan memberikan surprise ke pasar. Walaupun indeks menguat namun dengan nilai transaksi yang tipis, rally kenaikan indeks bakal terbatas dilevel 1.310-1.350. Sedangkan saham pilihan: ADRO, BYAN, LSIP, UNTR dan ASII.

eTrading Securities

Bursa Indonesia kemarin mengawali perdagangan di Tahun Kerbau dengan mendapat 'angpau' penguatan seiring menguatnya bursa Regional dan Global. Indeks ditutup naik +1,4% ke level 1.334,6 meski dengan Trading Value yang sangat tipis, hanya sekitar Rp 823,1 miliar (terendah sejak November 2005). Sektor Mining, CPO dan sebagian banking menjadi driver penguatan indeks kemarin seiring menguatnya harga beberapa komoditas seperti Batubara dan Nickel.

Sementara bursa US kembali ditutup menguat seiring mulai meredanya kekhawatiran investor terhadap kinerja emiten di Q4 2008 yang diperkirakan memburuk. 2 Perusahaan besar yaitu United States Steel Corp, American Express Co. dan Texas Instrument Inc berhasil membukukan laba di Q4 2008.

Namun outlook perekonomian US masih dalam bayang-bayang krisis seiring kembali turunnya indeks kepercayaan konsumen ke level terendah sejak 1967 akibat konsumen memangkas belanja mereka. Indeks Dow berhasil naik +0,7%, S&P500 +1% dan Nasdaq +1%. Beberapa bursa Asia yang baru dibuka hari ini menunjukkan penguatan untuk mengejar rally yang terjadi kemarin, KOSPI +4,6%, STI +2% sementara Nikkei terkoreksi -1,5% terkait buruknya kinerja perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, Nomura Holdings, Inc.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan bergerak mixed to higher seiring beragamnya sentiment dari bursa Global. Namun penguatan di sector mining dan CPO diperkirakan masih akan mampu berlanjut seiring telah terkoreksinya saham-saham di sector ini. Rencana Pemerintah untuk menggelontorkan stimulus senilai Rp 71,3 triliun akan memberi sentiment positif khususnya di sector infrastruktur. Indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran 1320 – 1360.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads