"WIKA menganggarkan capex sebesar Rp 250 miliar di tahun 2009 ini," ujar Direktur Keuangan WIKA, Ganda Kusuma dalam siaran persnya, Rabu (28/1/2009).
Mekanisme pendanaannya akan menggunakan kombinasi kas internal sebesar Rp 70 miliar dan pinjaman perbankan Rp 180 miliar. Sayangnya, Ganda tidak menyebutkan secara detail soal pinjaman tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana akuisisi masih dalam prosesnya masih dalam tahap due diligence. Finalisasi diperkirakan akan selesai dalam dua bulan mendatang. Mudah-mudahan akhir semester satu ini sudah bisa dilakukan akuisisinya," ujarnya.
Selain itu, perseroan juga sedang melakukan studi untuk membangun pabrik ekstraksi aspal di Buton, Sulawesi Tenggara. Dana yang disiapkan untuk keperluan ini sebesar Rp 50 miliar. Ia mengatakan, kandungan aspal di daerah tersebut diperkirakan mencapai 50-80 juta ton.
"Pabrik ini berkapasitas 200 ribu ton per tahun, cukup untuk menutupi kebutuhan aspal nasional yang mencapai 600 ribu ton per tahun," ujarnya.
Selain itu, perseroan juga menganggarkan sebagian dana capex untuk kebutuhan proyek jalan tol Surabaya-Mojokerto dan Kunciran-Cengkareng serta pembangkit listrik swasta Tampomas.
"Untuk jalan tol, kita komitmen setor modal sekitar 20% dari total modal proyek tersebut, besok kita akan berbicara tentang pinjaman sindikasi dari BNI, BRI, dan Bukopin untuk pendanaan proyek tersebut," katanya.
Sedangkan dana capex Rp 70 miliar yang dianggarkan perseroan dari kas internal, Ganda melanjutkan, akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana pabrik perseroan.
"Dana capex untuk kebutuhan rutin sebesar Rp 70 miliar seperti pembangunan sarana pabrik Wika Beton, biaya perawatan mesin, dan sebagainya," jelas Ganda.
Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 7,5 triliun dengan perkiraan laba bersih sekitar Rp 175 miliar pada 2009.
"Untuk omset kontrak, WIKA perkirakan sebesar Rp 16 triliun pada tahun ini," katanya.
Mengenai kinerja keuangan perseroan sepanjang 2008, ia optimistis akan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dengan pendapatan sebesar Rp 6,5 triliun dan laba bersih Rp 144 miliar. (dro/ir)











































