Review IHSG: Kembali Tertekan

Review IHSG: Kembali Tertekan

- detikFinance
Rabu, 28 Jan 2009 17:23 WIB
Review IHSG: Kembali Tertekan
Jakarta - Indeks tertekan aksi profit taking setelah kemarin menguat +1,59%. Hari ini indeks ditutup melemah 1,13% ke level 1.321,45 kembali dengan trading value tipis Rp 745,6 miliar, terendah sejak November 2005.

Sentimen positif The Fed akan tetap mempertahankan target fund rate di 0-0,25% malam ini dan kembali reboundnya harga minyak ke US$42,19/brl (+1,23%) tidak bisa menggerakkan optimisme bursa sejak awal perdagangan.

Berbeda dengan bursa Indonesia, optimisme terlihat di bursa regional yang ditutup di teritori positif dengan kenaikan tajam. Straits Time +4,8%, Kospi +5,9%, Nikkei +0,56% setelah Senat AS menyetujui pengucuran paket penyelamatan ekonomi sebesar US$887 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minimnya sentimen posifit dari dalam negeri merupakan penyebab turunnya indeks hari ini. Naiknya bunga utang Indonesia pada 2009, sebesar Rp 8,1 triliun akibat depresiasi rupiah semakin mendorong kekhawatiran investor sehingga aksi profit taking menjadi satu-satunya tindakan penyelamatan portofolio investor dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Beberapa saham unggulan yang menyeret IHSG hari ini antara lain dari sektor agri, mining, konsumer, banking, dan telekomunikasi.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 1,73% ke Rp4.250. Investor kembali khawatir epidemi potensi gagal bayar produk derivatif akan menjalar pada sistem perbankan nasional termasuk BBRI. Kuatnya sektor mikro dalam kondisi krisis tidak bisa meyakinkan para investor dengan melakukan aksi jual.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Rp 6.350 (-2,3%) kembali tertekan aksi jual setelah laba perusahaan diperkirakan turun meskipun revenue growth mencatatkan kenaikan tipis.

United Tractor (UNTR) turun 2,9% ke Rp5.000, sokongan anak usaha UNTR, Pamapersada mendapat perpanjangan kontrak batubara dari Kideco tidak mampu mengangkat saham yang bergerak di bisnis alat berat ini.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) langsung ditutup turun 2,4% di Rp2.025, setelah PGAS berpotensi mencatatkan kerugian akibat transaksi valas. Perseroan menyatakan melakukan hedging dolar AS terhadap sepertiga dari total pinjaman yang berdenominasi yen Jepang sebesar 42,79 miliar yen. Oleh karena itu, perseroan hedging untuk dolar AS terhadap yen Jepang setelah rupiah terdepresiasi hampir 14% ytd.

Sementara market pada perdagangan besok diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah tetap dengan trading value yang rendah.
Β  (etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads