Pada perdagangan Rabu (28/1/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 200,72 poin (2,46%) ke level 8.375,45. Indeks Standard & Poor's 500 naik hingga 28,38 poin (3,36%) ke level 874,09 dan Nasdaq menguat 53,44 poin (3,55%) ke level 1.558,34.
Saham-saham sudah bergerak menguat setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengumumkan akan mempertahankan suku bunga dan berniat untuk membeli surat utang pemerintah AS (US Treasury) yang berjangka panjang. Namun saham-saham sempat melemah setelah investor menyadari bahwa The Fed tidak memberi ketegasan soal pembelian US Treasury itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham JPMorgan tercatat menjadi pemimpin dengan penguatan hingga 10,4%, Bank of America naik hingga 14% dan Citigroup naik hingga 18%. Indeks finansial di S&P juga naik hingga 13%.
Kepercayaan pasar bertambah dengan adanya laporan bahwa Obama sedang merencanakan pembentukan 'Bad Bank' untuk mengisolasi aset-aset bermasalah dari sistem perbankan terutama akibat macetnya kredit perumahan.
Menurut Liz Ann Sonders, chief Investment Strategist dari Charles Schwab & Co, rencana tersebut menjadi salah satu pendorong kenaikan saham-saham.
"Struktur 'Bad Bank' bisa membuat pemerintah untuk mencatatkan lagi beberapa kredit perumahan yang sudah diletakkan dalam kategori aset bermasalah perbankan, sementara beberapa lembaga kreditor dapat diambil alih oleh regulator dan beberapa tim manajemen dapat diganti. Ini kemungkinan bisa memberikan sedikit perlindungan kepada pembayar pajak," urainya seperti dikutip dari AFP, Kamis (29/1/2009).
Saham-saham teknologi juga menguat tajam, seperti Apple Inc yang naik 3,8%m IBM naik 3,5%, Yahoo melonjak 8%.
Perdagangan berjalan cukup aktif, di New York Stock Exchange transaksi mencapai 1,55 miliar dan di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,17 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)











































