Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga usai acara Executive BUMN Breakfast Meeting di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (29/1/2009).
"Ya, kalau pertimbangan komersial kami kalau memang menarik bunganya bisa sampai dengan 15 persen bisa kami pertimbangan untuk beli," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan serakah lah, kami juga punya keterbatasan dan ikut aturan. Paling 10 persennya lah, kan harus hati-hati. Kami bukan hanya lihat aman atau tidaknya dong, tapi lihat cashflow kami juga," ujarnya.
Ia menambahkan, total investasi perseroan dalam bentuk obligasi terdiri dari 75 persen berupa sun dan sukuk Sekitar 20 persen obligasi milik BUMN dan sekitar 5 persennya obligasi swasta. "Jadi pola itu akan kami selalu pertahankan," katanya.
Sebelumnya, PLN surat utang tersebut akan diterbitkan dalam bentuk obligasi rupiah, global bond dan sukuk. Dana dari hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan perseroan untuk berbagai rencana investasi di tahun 2009.
PLN sebelumnya telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 2,2 triliun. Dana yang dihimpun dari obligasi itu digunakan untuk membiayai pembangunan pembangkit dan transmisi untuk memenuhi target program fast track 10.000 MW pada 2010. (ang/qom)










































