Transaksi saham juga masih sangat tipis karena investor kebanyakan investor menahan untuk masuk lantai bursa.
Minimnya transaksi juga karena banyak perusahaan sekuritas yang mengurangi pemberian fasilitas marjin ke nasabahnya, karena banyak yang harus menyelesaikan reponya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupiah sulit bisa menahan kuatnya permintaan dolar AS dari korporasi di akhir bulan ini. Mata uang paman sam juga kembali atraktif setelah the Fed berniat membeli US Treasury di pasar.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 15.379 kali, dengan volume 588,8 juta unit saham, senilai Rp 492,8 miliar. Sebanyak 32 saham naik, 48 saham turun dan 39 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 4.450, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 20 menjadi Rp 710, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 10 menjadi Rp 1.810, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.050 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 2.775.
Sementara bursa saham Asia pada sesi siang ini kebanyakan menguat seperti Nikkei naik 0,67%, KOSPI naik 0,68% dan STI Singapura naik 0,1%.
(ir/qom)











































