Pada perdagangan Kamis (29/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 226,44 poin (2,70%) ke level 8.149,01. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 28,95 poin (3,31%) ke level 845,14 dan Nasdaq turun 50,50 poin (3,24%) ke level 1.507,84.
"Tidak ada tanda-tanda besar dari kepercayaan harga-harga saham. Katalis untuk pembalikan atas pelemahan ekonomi belum terjadi," ujar Steve Goldman, analis dari Weeden & Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu sentimen negatif adalah data yang dirilis tentang pengangguran dan penjualan rumah baru. Angka pengangguran hingga 24 Januari meningkat menjadi 588.000 orang, dibandingkan 585.000 orang pada minggu sebelumnya. Data tersebut juga melebihi estimasi yang hanya 575.000.
Sementara Departemen Perdagangan merilis permintaan baru untuk barang-barang tahan lama turun tajam hingga 2,6% dibandingkan Desember. Untuk penjualan rumah baru, berdasarkan data yang dirilis juga menunjukkan penurunan hingga 14,7% selama Desember sehingga total sepanjang 2008 anjlok hingga 37,8%.
Saham Boeing tercatat turun hingga 5,9% setelah produsen pesawat itu kemarin mengumumkan proyeksi pendapatannya yang turun dan adanya penundaan order pesawat.
Sektor energi menjadi penentu utama pelemahan dengan Exxon Mobil turun hingga 3,1%, Chevron turun 4,3%. Penurunan terjadi setelah Goldman Sachs menghapuskan perusahaan dari daftar 'Americas Buy'.
Qualcom menjadi penentu utama pelemahan di Nasdaq setelah mengumumkan revisi target di tengah turunnya permintaan chip telepon genggam. Harga saham Qualcom turun hingga 4,6%.
Perdagangan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,44 miliar, mendekati rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 1,96 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)











































