Pergerakan IHSG pada akhir pekan ini, Jumat (30/1/2009) diprediksi variatif dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar masih menahan diri untuk masuk ke lantai bursa dan lebih memilih wait and see.
Bursa Nikkei Jepang pada Jumat pagi ini dibuka anjlok 108,36 poin (1,31%) menjadi 8.142,88. Pelemahan Nikkei karena sentimen anjloknya data produksi yang turun 9,6% di bulan Desember dibanding bulan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (29/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 226,44 poin (2,70%) ke level 8.149,01. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 28,95 poin (3,31%) ke level 845,14 dan Nasdaq turun 50,50 poin (3,24%) ke level 1.507,84.
Angka pengangguran di AS hingga 24 Januari meningkat menjadi 588.000 orang, dibandingkan 585.000 orang pada minggu sebelumnya. Data tersebut juga melebihi estimasi yang hanya 575.000.
Sementara Departemen Perdagangan AS merilis permintaan baru untuk barang-barang tahan lama turun tajam hingga 2,6% dibandingkan Desember. Untuk penjualan rumah baru, berdasarkan data yang dirilis juga menunjukkan penurunan hingga 14,7% selama Desember sehingga total sepanjang 2008 anjlok hingga 37,8%.
Dari dalam negeri pelaku pasar akan mulai meneropong kinerja beberapa emiten yang sudah keluar dengan fokus pada saham tambang, bank dan infrastruktur.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (29/1/2009) IHSG naik sedikit 3,199 poin (0,24%) menjadi 1.324,650.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak fluktuatif meski akhirnya berhasil ditutup di area positif +0,2%. Kenaikan IHSG didorong oleh reboundnya saham perbankan setelah beberapa hari bergerak melemah. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Faktor regional masih akan menjadi sentimen pendorong bagi investor untuk melakukan trading. Bursa Eropa dibuka melemah seiring dengan kekhawatiran akan dampak resesi global. Harga komoditas juga terlihat bergerak melemah. Kisaran support-resistance: 1.305-1.330.
Optima Securities
Momentum penguatan bursa Asia dan global berdampak kecil ke indeks sehingga hanya menguat tipis 3 poin ke posisi 1.324. Investor masih belum terlalu agresif dengan trading secara shorterm dan cepat profit taking. Sektor banking bisa di akumulasi karena pekan depan ada pengumuman inflasi dan BI Rate. Pergerakan indeks masih terbatas dilevel 1.320-1.350 dengan pilihan saham: ADRO, BBRI, BDMN, JSMR, dan ASII.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin berhasil menguat tipis seiring dengan penguatan bursa Asia dan US kemarin. Indeks akhirnya mampu bertahan di teritori positif dan ditutup naik +0,2% ke level 1324,6 meski mengalami banyak aksi profit taking pada intraday. Sektor banking memberi kontribusi terbesar pada kenaikan indeks seiring ekspektasi investor pada rendahnya inflasi Januari dan kembali turunnya BI Rate yang akan diumumkan pekan depan.
Sementara, US kembali mengalami hari yang berat semalam, setelah Dow -2,7%, S&P500 -3,3%, dan Nasdaq -3,2% akibat buruknya data ekonomi US di bulan Desember dan kerugian yang dialami beberapa emiten besar pada 4Q08. Data pengangguran US kembali naik mencapai 4,78 juta orang ditambah dengan ancaman PHK dari Starbucks (7000 org), Kodak (4500 org) dan Allstate (1000 org). Diperparah dengan angka penjualan rumah yang terus melorot -14,3% di bulan Desember. Beberapa perusahaan yang kembali mengumumkan kinerja yang buruk di 4Q08 antara lain Eastman Kodak, Qualcomm, Allstate, Starbucks, dan Ford Motor Co.
Terkait hal ini, bursa Asia juga ikut dibuka melorot pada perdagangan hari ini, diperparah dengan buruknya data ekonomi Jepang di bulan Desember, antara lain belanja konsumen turun -4,6%, angka pengangguran melonjak 4,4% dan produksi industri anjlok -9,6%. Nikkei pagi ini turun tajam -3,2%, STI -1%, AORD -1% dan KOSPI -1,2%.
Bursa Indonesia sendiri nampaknya tidak mampu berbuat banyak dan diperkirakan akan melemah seiring sentiment negative dari Bursa US dan regional. Indeks masih dalam pola konsolidasi tanpa ada konfirmasi penguatan ataupun pelemahan, didukung dengan tipisnya transaksi membuat investor enggan untuk mengkoleksi saham untuk jangka panjang. Sektor banking diperkirakan akan menjadi sector paling defensive hari ini seiring antisipasi berita positif pada pekan depan, sementara sector mining dan infrastruktur diperkirakan akan terkoreksi cukup dalam. Indeks diperkirakan akan bergerak pada rentang 1290 – 1330. (ir/ir)











































