Wall Street Menutup Januari dengan Buruk

Wall Street Menutup Januari dengan Buruk

- detikFinance
Sabtu, 31 Jan 2009 09:50 WIB
New York - Bursa saham di Wall Street mengakhiri Januari dengan buruk. Saham-saham tumbang karena investor cemas dengan kondisi ekonomi dan belum jelasnya pembentukan bad bank yang akan merawat bank-bank sakit.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat waktu AS (31/1/2009) indeks Dow Jones Industrial Average turun 148,15 poin (1,82%) menjadi 8.000,86. Indeks komposit Nasdaq turun 31,42 poin (2,08%) menjadi 1.476,42 dan Standards & Poors 500 turun 19,26 poin (2,28%) menjadi 825,88.

Selama Januari indeks Dow Jones telah turun 8,84% dan S&P turun 8,57%. Pelaku pasar menilai kejatuhan saham di Januari adalah sisa dari rentetan pelemahan saham di tahun 2008 dan berharap di bulan ke depan akan kembali rebound.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1/2009) investor masih saja cemas terhadap kondisi ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pasar juga bingung dengan rencana pemerintah yang akan membentuk bad bank yang akan membersihkan 'racun' di perusahaan-perusahaan yang sedang kesusahan.

"Pelaku pasar semula berharap di akhir pekan ini ada pengumuman pemerintah tentang pembentukan bad bank namun berita yang keluar masih seputar data-data ekonomi yang memburuk," kata Anton Schutz dari Burnham Financial Industries Fund.

Pemerintah AS mengumumkan pencapaian GDP pada akhir triwulan IV-2008 hanya sebesar 3,8% yang turun 0,5% dibanding kuartal sebelumnya.

Volatilitas di Wall Street juga masih tinggi dan pasar cenderung bergerak zig zag setelah kenaikan yang tinggi keesokannya diikuti penurunan yang besar pula. Total saham yang diperdagangkan di akhir pekan ini mencapai 5,22 miliar saham.    (ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads