Pada perdagangan valas pukul 09.30 WIB, Senin (2/2/2009) rupiah melemah hingga 540 poin ke posisi 11.850 per dolar AS.
"Rupiah sempat ke 12.000/US$, tapi karena ada intervensi BI rupiah bisa turun ke 11.800-an. Tingginya pembelian dolar karena faktor global yang menjadi penyebab utama pelemahan rupiah," kata Treasury Division Head Bank NISP Suryanto Chang ketika dihubungi detikFinance, Senin (2/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi BI sudah berkomitmen akan menjaga di pasar, jadi saya kira ini pelemahannya temporer karena masalah global bukan internal," katanya.
Dia juga menilai pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Senin siang ini tidak akan berpengaruh ke rupiah. "Karena pasar sudah mengetahui inflasi Januari dan BI Rate akan cenderung turun," katanya.
Pelemahan rupiah ini, jelas Suryano, tidak sendiri karena hampir semua mata uang regional melemah. Won Korea melemah 0,92%, yen Jepang melemah 0,12%, dolar Singapura melemah 0,46%. Namun dari semua mata uang itu, rupiah melemah paling dalam hingga 3,89%.
(ir/qom)











































