“Dana IPO tentu tidak sebesar target tahun lalu. Bisa setengahnya malah bisa kurang,” ujar Direktur Utama Trikomsel, Sugiono Wiyono Sugialam saat dihubungi detikFinance, Senin (2/2/2009).
Trikomsel tadinya berencana melepas 30-40% saham ke publik pada triwulan IV-2008. Ketika itu, perseroan menargetkan dana IPO sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan tidak jadi melaksanakan IPO tahun lalu karena kondisi pasar modal global yang mendadak ambruk. Ketika itu, Sugiono sudah mengungkapkan bahwa kemungkinan rencana IPO akan dilanjutkan awal tahun 2009.
“Kita sudah diskusi dengan BEI. Kita minta masukan soal kapan waktu yang tepat melakukan IPO di tengah kondisi pasar seperti ini,” ujar Sugiono.
Meski belum mencapai angka final, Sugiono mengatakan dana IPO akan digunakan seluruhnya untuk menambah gerai Okeshop di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun 2008 jumlah gerai Okeshop telah ada sebanyak 830 gerai.
“Tahun ini kita berencana menambah 100 gerai lagi. Dananya tentu saja akan dari IPO,” ujar Sugiono.
Tehitung sejak 2008, Trikomsel memang berencana melakukan ekspansi menambah gerai Okeshop hingga 450 gerai. Dana IPO akan digunakan untuk mendanai sebagian kebutuhan ekspansi tersebut. Namun realisasinya masih menunggu keputusan final pemegang saham Trikomsel.
Akibat penundaan IPO tahun lalu, perseroan mencari pendanaan eksternal untuk kebutuhan ekspansi gerai tahun 2008. Perseroan kemudian memperoleh pinjaman dari Citibank, BCA, BII, Lippo dan Mandiri sebesar US$ 75 juta dengan tenor 3 tahun dan opsi tambahan 2 tahun.
(dro/lih)










































