Demikian hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif PT Danareksa Persero Aloysius K. Ro di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (2/2/2009).
"Kita coba targetkan tangani obligasi dengan nilai Rp 5-7 triliun tahun ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, target obligasi tersebut akan dicapai dengan penjajakan di beberapa perusahaan besar. Dua perusahaan yang menyatakan akan bekerjasama dengan Danareksa antara lain PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Sayangnya, ia enggan menyebutkan nama 4 perusahaan yang sudah teken kontrak dalam rangka IPO. "Kita kan belum tahu dalam kondisi seperti ini apakah mereka akan IPO atau tidak," imbuhnya.
Menurutnya, Danareksa hanya akan mendapat fee sebesar 1 persen saja dari semua aksi korporasi perusahaan lain tersebut.
Β
Ia menambahkan, tahun ini Danareksa Persero berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 200-300 miliar. Yang bertindak sebagai underwriter dalam hajatan tersebut adalah PT Danareksa Sekuritas.
"Karena nilainya sedikit maka kita enggak ngajak sekuritas lain. Sekarang sedang diaudit moga-moga ratingnya bagus," ujarnya. (ang/ir)











































