Rupiah Tertekan ke 11.665/US$

Rupiah Tertekan ke 11.665/US$

- detikFinance
Senin, 02 Feb 2009 16:35 WIB
Rupiah Tertekan ke 11.665/US$
Jakarta - Pencapaian deflasi Januari sebesar 0,07% tidak berimbas positif ke rupiah. Mata uang lokal ini semakin tertekan ke zona negatif bahkan hari ini sempat tembus ke 12.000 per dolar AS.

Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Senin (2/2/2009) rupiah melemah 355 poin (3,14%) ke posisi 11.665 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah hingga ke level 12.050 per dolar AS.

Gubernur BI Boediono mengatakan, pelemahan rupiah hari ini lebih karena faktor global yang menekan pergerakan rupiah di pasar. Namun BI tetap siaga di pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ada faktor gejolak dolar AS itu senditri di luar itu kita mungkin ada faktor domestik karena ada kebutuhan-kebutuhan," kata Boediono di Komisi XI DPR, Senin (2/2/2009).

Sementara Treasury Division Head Bank NISP Suryanto Chang ketika dihubungi detikFinance, Senin (2/2/2009) mengatakan investor global masih akan mencari dolar jika Wall Street terus melemah.

Dia juga menilai pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tidak berpengaruh ke rupiah. "Karena pasar sudah mengetahui inflasi Januari dan BI Rate akan cenderung turun," katanya.

Pelemahan rupiah ini, jelas Suryano, tidak sendiri karena hampir semua mata uang regional melemah.

Won Korea melemah 0,72%, dolar Singapura melemah 0,40%, rupee India melemah 0,4%, peso Filipina melemah 1,79%, bath Thailand melemah 0,06%. Namun dari semua mata uang itu, rupiah melemah paling dalam hingga 3,14%.   

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads