Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Senin (2/2/2009) rupiah melemah 355 poin (3,14%) ke posisi 11.665 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah hingga ke level 12.050 per dolar AS.
Gubernur BI Boediono mengatakan, pelemahan rupiah hari ini lebih karena faktor global yang menekan pergerakan rupiah di pasar. Namun BI tetap siaga di pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Treasury Division Head Bank NISP Suryanto Chang ketika dihubungi detikFinance, Senin (2/2/2009) mengatakan investor global masih akan mencari dolar jika Wall Street terus melemah.
Dia juga menilai pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tidak berpengaruh ke rupiah. "Karena pasar sudah mengetahui inflasi Januari dan BI Rate akan cenderung turun," katanya.
Pelemahan rupiah ini, jelas Suryano, tidak sendiri karena hampir semua mata uang regional melemah.
Won Korea melemah 0,72%, dolar Singapura melemah 0,40%, rupee India melemah 0,4%, peso Filipina melemah 1,79%, bath Thailand melemah 0,06%. Namun dari semua mata uang itu, rupiah melemah paling dalam hingga 3,14%.  Â
(ir/qom)











































