Pengumuman inflasi Januari yang tercatat mengalami deflasi 0.07% (mom) dengan inflasi tahunan 9.17% atau turun drastis dibanding inflasi FY08 11.16%, tidak mampu menahan IHSG ditengah hantaman penurunan market global yang memfaktorkan GDP US yang terkontraksi dan hasil pertemuan Davos yang tidak memberikan kejelasan penanganan krisis global.
Rata-rata indeks Dow dan regional ditutup melemah Nikkei -1.5%, Hang Seng -3.14% dan Straits Time 0%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir semua indeks sektoral hari ini ditutup turun dengan penurunan terbesar pada indeks infrastruktur disusul mining dan finance.
Beberapa saham yang menggerakkan penurunan market hari ini TLKM -4.7%, BBRI -4.3%, PGAS -2.27%, BUMI -1.96% memfaktorkan produksi minyak bulan Januari sebesar 958 ribu barel/hari yang masih dibawah rata-rata 960 ribu barel/hari.
Investor masih menunggu keputusan RDG (Rapat Dewan Gubernur) pada tanggal 4 Februari besok mengenai level penurunan BI rate. Investor melihat rendahnya angka inflasi tidak menunjukkan sentimen positif akan menggerakkan sektor riil apabila suku bunga masih tinggi.
Seiring dengan indeks, transaksi rupiah hari ini sempat ke level Rp12.000/US$ namun intervensi BI nampaknya bisa meredam depresiasi lebih lanjut, menguat kembali hingga ke level Rp11.850/US$.
(etr/qom)











































