Serba Minimalis di Pasar Saham

Serba Minimalis di Pasar Saham

- detikFinance
Selasa, 03 Feb 2009 07:34 WIB
Serba Minimalis di Pasar Saham
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih akan mengalami ketatnya likuiditas yang membuat nilai transaksi tidak maksimal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilanda keringnya sentimen dari global.

Pada perdagangan saham Selasa (3/2/2009) IHSG diprediksi masih akan bergerak tipis dengann belanja investor yang serba minimalis.

Data-data positif pencapaian deflasi 0,07% dan kenaikan ekspor 2008 sebesar 19,8% tidak memberikan dorongan ke IHSG karena saat ini lebih banyak faktor eksternal yang bermain. Justru yang menakutkan adalah jika rupiah terus melemah yang bisa membuat IHSG makin sepi ditinggal pelaku pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham utama Asia, Nikkei Jepang pada Selasa pagi ini dibuka melemah tipis 0,14% atau 11,03 poin ke posisi 7.862,95. Nikkei mengikuti Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 yang kembali melemah akibat ketidakpastian rencana pemerintahan Obama untuk menahan kerugian perbankan, sehingga memukul saham-saham sektor finansial.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu (2/2/2009), Dow Jones industrial average ditutup melemah 64,11 (0,80%) hingga di bawah 8.000, tepatnya di 7.936,75. Inilah posisi terendah Dow Jones sepanjang 2009.

Indeks Standard & Poor's 500 juga turun tipis 0,45 poin (0,05%) ke level 825,43. Sementara Nasdaq menguat 18,01 poin (1,22%) ke level 1.494,43.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin (2/2/2009) IHSG turun 22,024 poin (1,65%) menjadi 1.310,643.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Deflasi bulan Januari sebesar 0,07% dan kenaikan angka ekspor 2008 dari 2007 sebesar 19,8% menjadi US$ 136,7 miliar belum mampu menjadi katalis penguatan indeks. Indeks justru sempat break di bawah 1.300 sebelum akhirnya ditutup melemah 22 poin ke posisi 1.310. Sentimen negatif justru dari rupiah yang melemah tajam dibandingkan mata uang regional lainnya disamping terkoreksinya bursa regional. Pergerakan indeks masih tipis dan selanjutnya menunggu sentimen penurunan BI rate sebesar 50 bps. Kisaran harian ada diposisi 1.280-1.330 dengan pilihan saham: SMGR, ELTY, PGAS, ISAT dan UNVR.

eTrading Securities


Indeks kemarin membuka perdagangan di bulan Februari dengan melemah cukup tajam 22 poin (-1,6%) ke level 1.310,6 dengan trading value yang kembali tipis, hanya sekitar Rp 771 miliar. Investor terlihat masih enggan masuk ke bursa seiring belum adanya sentimen positif dari bursa global. Tampaknya pengumuman inflasi bulan Januari yang sebesar -0,07% MoM tidak cukup memberi optimisme pelaku pasar.

Semalam Dow kembali terkoreksi -0.8% dan berada di bawah level psikologis 8000, meneruskan koreksinya selama 3 hari berturut-turut. Pelaku pasar kembali memfaktorkan sentimen negatif dari outlook perekonomian US dengan terus naiknya angka PHK yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar, dan menunggu keputusan Senat mengenai proposal stimulus Obama. Bursa Regional pagi ini dibuka relatif rebound meski tipis seiring investor mulai melakukan bargain buying pada saham-saham yang telah terkoreksi selama sepekan terakhir.

Bursa Indonesia diperkirakan akan bergerak seiring bursa Asia yang rebound tipis. Tipisnya likuiditas perdagangan membuat indeks akan lebih bergerak sideways dengan rentang perdagangan di kisaran level 1285 – 1340. Kami menyarankan untuk tetap berlindung pada saham-saham blue chip dengan kinerja baik pada 2009 seperti PGAS, ITMG, TLKM dan PTBA.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads