"Lumrah saja. Memang seperti itu," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia, Guntur Pasaribu di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (3/2/2009).
Guntur mengatakan, bahwa beberapa broker besar menguasai nilai transaksi harian merupakan hal yang wajar dalam industri pasar modal. Menurutnya, pola seperti itu berlaku hampir di seluruh bursa di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Guntur, broker memiliki ruang lingkup yang berbeda-beda. Dan itu menyebabkan adanya semacam kelas-kelas yang bertingkat dalam klasifikasi broker di BEI.
"Masing-masing broker kan punya jaringan dan jangkauan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan kemampuan modalnya. Ada yang modalnya besar, modal sedang, ada yang sedikit di bawah sedang. Ini memunculkan semacam kelas pada broker-broker. Jadi wajar saja jika ada beberapa broker besar menguasai market," ujar Guntur.
Kendati demikian, Guntur mengatakan hal itu tidak berarti BEI menghendaki pola tersebut. "Kalau bisa ya fifty-fifty lah," ujarnya. (dro/ir)











































