Wall Street Dikejutkan Penjualan Rumah

Wall Street Dikejutkan Penjualan Rumah

- detikFinance
Rabu, 04 Feb 2009 07:05 WIB
Wall Street Dikejutkan Penjualan Rumah
New York - Angka penjualan rumah yang mengejutkan mampu mengangkat Wall Street dari keterpurukan untuk sesaat. Termasuk kabar baik dari Merck yang melaporkan laba nan solid.

Pada perdagangan Selasa (3/2/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tajam hingga 141,53 poin (1,78%) ke level 8.078,36. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 13,07 poin (1,58%) ke level 838,51 dan Nasdaq menguat 21,87 poin (1,46%) ke level 1.516,30.

Saham-saham perusahaan farmasi terangkat setelah Merck mengumumkan laba yang solid dan melebihi ekspektasi analis. Saham Merck ditutup menguat 6,4% dan Schering Plough melonjak hingga 8,2%. Indeks saham farmasi ditutup menguat 2,8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor juga mendapatkan sedikit harapan dari sektor perumahan, setelah angka penjualan rumah lama pada Desember tercatat naik hingga 6,3%. Indeks saham-saham konstruksi di Dow Jones pun tercatat naik hingga 8,5%.

Sentimen positif lainnya datang dari kaum Senat Republik yang menawarkan alternatif paket stimulus ekonomi. Hal itu mendatangkan optimisme bahwa paket stimulus ekonomi akan segera hadir.

Paket stimulus ekonomi Obama senilai US$ 819 miliar sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari DPR AS.

"Ada kekhawatiran bahwa kita tidak akan melihat UU stimulus ekonomi akan lolos beberapa hari lalu. Dan kepastian itu menambah gerakan besar di pasar pada akhir perdagangan," ujar Michael James, pialang senior dari Webush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/2/2009).

Saham SanDisk anjlok tajam hingga 23,2% setelah kemarin mengumumkan outlook yang mengecewakan dan kemungkinan terjadinya dilusi saham hingga 20%.

Volume perdagangan cukup moderat yakni di New York Stock Exchange mencapai 1,35 miliar lembar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,12 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads