IHSG Berharap Tiupan BI Rate

IHSG Berharap Tiupan BI Rate

- detikFinance
Rabu, 04 Feb 2009 07:43 WIB
IHSG Berharap Tiupan BI Rate
Jakarta - Pasar saham dalam negeri menunggu dorongan dari BI Rate yang akan diumumkan BI Rabu siang ini. Pemangkasan suku bunga diharapkan bisa kembali menarik pelaku pasar masuk bursa.

Pasar memprediksi akan turun signifikan 50-75 basis poin dari posisi saat ini 8,75%. Namun BI Rate belum akan menjadi satu-satunya penentu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan Rabu (4/2/2009).

Pergerakan bursa regional dan faktor eksternal lainnya juga akan banyak mempengaruhi IHSG yang sejak awal tahun ini masih mengalami kekeringan likuiditas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan, pembiayaan dan properti akan menjadi perhatian pelaku pasar.

Sementara bursa saham Nikkei Jepang, Rabu ini menguat tipis 71,73 poin (0,92%) menjadi 7.897,24. Bursa saham di Wall Street juga mulai bangkit setelah keluarnya data angka penjualan rumah lama pada Desember tercatat naik hingga 6,3%.           

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (3/2/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup menguat tajam hingga 141,53 poin (1,78%) ke level 8.078,36. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 13,07 poin (1,58%) ke level 838,51 dan Nasdaq menguat 21,87 poin (1,46%) ke level 1.516,30.

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (3/2/2009) IHSG turun 6,312 poin (0,48%) menjadi 1.304,331.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Tipisnya transaksi perdagangan serta melemahnya indeks sebesar 6 poin keposisi 1.304 dipicu oleh sentimen negatif rupiah menandakan confidence investor belum pulih. Mengantisipasi pengumuman BI Rate yang diperkirakan kembali menurunkan suku bunga 50 bps ke level 8,25% bisa menjadi momentum tehnikal rebound. Pola pergerakan indeks masih tetap tipis dengan nilai transaksi terbatas. Kisaran harian ada di level 1.280-1.330 dengan pilihan saham: BBRI,  ELTY, INTP, JSMR dan LSIP.

eTrading Securities

Bursa Indonesia nampaknya hari ini akan berwarna berbeda dengan 2 hari terakhir yang terus terkoreksi. Indeks kemarin ditutup melemah tipis 0,5% ke level 1.304,3 seiring terkoreksinya beberapa bursa Asia kemarin dan volatilitas nilai Rupiah yang sempat menyentuh Rp 12.000/US$. Namun sektor yang interest-sensitive kemarin berhasil menahan pelemahan indeks dengan penguatan pada sektor banking dan Property.

Dow Jones akhirnya berhasil rebound setelah selama 3 hari berturut-turut terkoreksi hingga menembus level 8000. Dow berhasil rebound +1,7% kembali ke level 8.078 seiring sentimen positif dari sektor property di US yang menunjukkan kenaikan sebesar 6,3% di bulan Desember. Bursa US juga terangkat oleh kinerja sektor farmasi seperti Merck&Co dan Schering-Plough Corp yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia hari ini juga dibuka menguat ditambah dengan reboundnya harga komoditas metal semalam dan melemahnya nilai tukar Yen. Nikkei +1.7%, KOSPI +2,2%, STI +0.8% dan AORD -0.5%.

Bursa Indonesia hari ini bisa dipastikan akan bergerak menguat seiring sentimen positif dari bursa US dan penguatan bursa Asia hari ini. Hal ini melengkapi sentimen positif dari domestik seiring ekspektasi penurunan BI Rate sebesar 50 bps oleh BI yang akan diputuskan siang nanti. Sektor banking, property serta consumer menjadi pilihan pada perdagangan hari ini. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1295 - 1325.
 
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads