Pasar memprediksi BI Rate akan turun signifikan 50-75 basis poin dari posisi saat ini 8,75%. Tapi sentimen positif BI Rate bisa tidak mempan jika permintaan dolar AS tinggi.
Rupiah lebih banyak terpengaruh faktor eksternal karena pasar global memang sedang kekeringan likuiditas. Namun pasar melihat rupiah masih punya peluang kembali ke level 11.000-an seperti pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mata uang dolar AS terpeleset terhadap euro di tengah berita positif angka penjualan rumah lama di AS pada Desember lalu tercatat naik hingga 6,3%.
Pada penutupan perdagangan valas Selasa waktu AS (3/2/2009) euro menguat ke posisi 1,3029 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,2846 dolar AS. Sedangkan terhadap yen Jepang, dolar AS terkoreksi tipis ke posisi 89,33 yen dibanding hari sebelumnya 89,46 yen.
(ir/ir)











































