Saham-saham perbankan kembali dilirik pelaku pasar. Kenaikan saham perbankan juga karena sudah oversold (jenuh jual) seperti Danamon yang pekan lalu terus menerus tertekan.  Â
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Rabu (4/2/2009) IHSG naik 8,832 poin (0,68%) ke posisi 1.313,163. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB melemah 30 poin ke posisi 11.680 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelemahan rupiah lebih banyak disebabkan oleh ketidakpastian kondisi dunia. Pergerakan rupiah sudah tidak lagi bergantung pada suku bunga. Tapi lebih dipengaruhi likuiditas dunia yang memang kering, terutama dolar. Ini terjadi dimana-mana bukan hanya di Indonesia," katanya di JCC.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 14.773 kali, dengan volume 323,9 juta unit saham, senilai Rp 368,6 miliar. Sebanyak 56 saham naik, 40 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 6.000, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 4.450, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 menjadi Rp 2.350, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.150 dan Kalbe Farma naik Rp 30 menjadi Rp 525.  Â
IHSG mengikuti positifnya bursa regional yang siang ini kebanyakan menguat seperti Hang Seng naik 2,53%, KOSPI naik 2,35%, Nikkei naik 2,71%, Shanghai naik 1,75%, STI Singapura naik 0,75%. Â
(ir/qom)











































