Fasilitas Repo Valas Pakai Cadangan Devisa

Fasilitas Repo Valas Pakai Cadangan Devisa

- detikFinance
Rabu, 04 Feb 2009 17:03 WIB
Fasilitas Repo Valas Pakai Cadangan Devisa
Jakarta - Fasilitas repurchase agreement (repo/gadai efek/surat berharga) yang disediakan Bank Indonesia (BI) akan menggunakan cadangan devisa dan suntikan dana swap. Satu bank nasional sudah menggunakan fasilitas tersebut.

"Ya itu tadi. Cadangan devisa kita kan cukup untuk mendanai repo valas," ujar Deputi Gubernur BI, Budi Mulia disela disela-sela acara Festival Ekonomi Syariah II di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/ 2009).

BI menyediakan fasilitas repo dalam denominasi dolar AS kepada perbankan yang membutuhkan likuiditas dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memberikan fasilitas likuiditas dolar, karena perbankan juga bukan hanya perlu rupiah dia juga perlu dolar. Kan dia punya dolarnya cuma dalam bentuk global bond. Itu kan tidak mudah dicairkan. Kecuali
dia lepas dengan offset. Nah dia bisa repo ke BI dia dapat likuiditas dolarnya. Kebalikannya, surat berharga itu kita pegang. itu membantu kebutuhan likuiditas dolar," papar Budi.

Budi mengatakan, fasilitas tersebut diberikan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada saat krisis global saat ini. Bank yang memiliki surat utang negara dalam valas dapat melakukan repo kepada BI dengan jangka waktu satu bulan.

"Langkah ini untuk mendorong tersedianya pasokan valuta asing di pasar domestik," ujarnya.

Selain menggunakan cadangan devisa, Budi mengatakan sumber dana lain yang kemungkinan bisa digunakan untuk pendanaan fasilitas repo valas adalah fasilitas bilateral swap agreement dengan bank sentral Jepang.

"Fasilitas ini akan memperkuat cadangan devisa dalam menghadapi gejolak finansial," ujar Budi.

Saat ini fasilitas swap tersebut masih dalam proses negosiasi. Selain itu, BI juga tengah menegosiasikan dukungan anggaran dari pemerintah Jepang, Australia, dan Bank Dunia senilai US$ 5 miliar. Dana itu merupakan budgetary support yang masuk ke anggaran negara dan cadangan devisa.

Sehubungan dengan itu, Budi mengatakan bahwa sejauh ini sudah ada satu bank nasional yang menggunakan fasilitas repo valas BI. Sayangnya ia enggan menyebutkan nama bank maupun jumlahnya.

"Sudah ada yang gunakan, baru kemarin. Jadi baru satu. Bank nasional," elak Budi. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads