Review IHSG: Gebrakan BI Rate

Review IHSG: Gebrakan BI Rate

- detikFinance
Rabu, 04 Feb 2009 17:34 WIB
Review IHSG: Gebrakan BI Rate
Jakarta - Penurunan BI Rate sebesar 0,5% menjadi 8,25% pada awal pembukaan pasar mampu menggerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Beberapa saham yang terimbas sentimen positif penurunan BI rate kembali naik.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (4/2/2009) IHSG naik 16,032 poin (1,23%) menjadi 1.320,363.

Perdagangan saham hari ini sangat tipis yang mencatat transaksi sebanyak 26.793 kali, dengan volume 695,3 juta unit saham, senilai Rp 773,9 miliar. Sebanyak 72 saham naik, 44 saham turun dan 54 saham stagnan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut review IHSG dari eTrading Securities.

Setelah selama dua hari berturut-turut ditutup melemah, indeks pada penutupan hari ini akhirnya rebound ke level 1.320,36 (+1.22%). Penurunan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 8.25% pada awal pembukaan market mampu menggerakkan market to move higher. Beberapa saham yang terimbas sentimen positif penurunan BI rate juga kembali naik. Saham-saham infrastruktur, konsumer, property dan finance menjadi penggerak utama kenaikan market hari ini.

TLKM (+5.12%) Rp 6.150, di tengah potensi laba bersih FY08 TLKM diprediksi tergerus lebih dari 10% karena tingginya forex dan pendapatannya yang terbatas.

ISAT (+2.65%,) Rp5.800 setelah Fidelity International LLC, perusahaan pengelolaan investasi di Boston, AS, menjual sebagian saham ISAT guna keperluan investasi.

BDMN (+5.68%) Rp2.325. Penurunan BI rate berimplikasi positif terhadap earnings assets BDMN, dimana komposisi obligasinya didominasi jenis FR (fixed rate) selain itu dengan harga wajar di level Rp2.500, investor melihat adanya potensi upside sebesar 7,5%.

KLBF (+6.06%) Rp525, setelah KLBF dikabarkan akan membagi dividen sebesar Rp10-15/saham serta berencana akan ekspansi ke mancanegara.

Bursa regional ditutup mixed hari ini, Straits Time -0.26% namun Hang Seng +2.25% setelah pemerintah China mengalokasi US$ 580 miliar untuk paket stimulus penyelamatan ekonomi.

Indeks pada perdangan besok diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah inline dengan volatility rupiah yang pada perdagangan hari ini melemah ke level Rp11.800, setelah cadangan devisa kembali tergerus ke level US$ 50,9 miliar dari US$ 51,2 miliar. Tergerusnya cadangan rupiah menjadi kekhawatiran investor sebab operasi moneter yang dilakukan BI terhadap rupiah akan semakin menggerus cadangan devisa yang saat ini dalam posisi 5 kali impor.



(ir/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads