Pada perdagangan Rabu (4/2/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup melorot hingga 121,70 poin (1,55%) ke level 7.956,66. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 6,28 poin (0,75%) ke level 832,23 dan Nasdaq turun 1,25 poin (0,08%) ke level 1.515,05.
Salah satu saham yang menjadi faktor penentu pelemahan Dow Jones adalah Kraft Food yang memperingkatkan soal proyeksi laba. Saham Kraft Food yang merupakan produsen makanan terbesar AS anjlok hingga 9%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pula Costco Wholesale Corp juga anjlok 7% setelah mengumumkan bahwa pendapatannya kemungkinan meleset dari perkiraan Wall Street. Peringatan itu setidaknya semakin menguatkan persepsi bahwa sektor konsumer ikut melemah seiring melamahnya perekonomian.
"Belanja konsumen adalah 'macan' dari perekonomian. Ketika konsumen berhenti berbelanja, maka perekonomian akan terhenti," ujar Anthony Conroy, kepala pialang dari BNY ConvergEx seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/2/2009).
Saham lain yang menyeret Dow Jones adalah Walt Disney yang merosot hingga 8% setelah sehari sebelumnya melaporkan penurunan laba untuk kuartal terakhir.
Saham-saham sempat menguat di awal setelah keluarnya data sektor jasa yang ternyata lebih baik dari ekspektasi. Institute for Supply Management mengumumkan bahwa penyusutan pertumbuhan sektor jasa pada Januari sudah lebih kecil ketimbang Desember. Data itu penting mengingat sektor jasa mewakili 80% dari aktivitas perekonomian AS.
Data itu sempat memicu aksi beli beli pada saham-saham teknologi besar termasuk Microsoft Corp, dan Intel Corp.
Perdagangan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock exchange mencapai 1,39 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,27 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 2,28 miliar.
(qom/qom)











































