Pasar Saham Cari Sentimen Baru

Pasar Saham Cari Sentimen Baru

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 07:43 WIB
Pasar Saham Cari Sentimen Baru
Jakarta - Setelah sentimen positif penurunan BI Rate 0,5%, kini pasar saham mencari sentimen baru untuk menggerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona penguatan. Investor masih mewaspadai tipisnya transaksi.

Transaksi yang minimalis bisa mengganggu jalan IHSG menuju teritori positif pada perdagangan saham Kamis (5/2/2009). Pergerakan bursa regional juga ikut membayangi IHSG.

Bursa saham Nikkei Jepang pada Kamis pagi ini dibuka melemah 53,41 poin (0,66%) menjadi 7.985,53. Nikkei mengikuti Wall Street yang kembali negatif. Keluarnya sejumlah laporan keuangan yang mengecewakan, terutama untuk sektor konsumer membuat saham-saham di Wall Street kembali tertekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (4/2/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup melorot hingga 121,70 poin (1,55%) ke level 7.956,66. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 6,28 poin (0,75%) ke level 832,23 dan Nasdaq turun 1,25 poin (0,08%) ke level 1.515,05.

Salah satu saham yang menjadi faktor penentu pelemahan Dow Jones adalah Kraft Food yang memperingkatkan soal proyeksi laba. Saham Kraft Food yang merupakan produsen makanan terbesar AS anjlok hingga 9%. 

Dari dalam negeri, investor masih lebih banyak melakukan wait and see karena likuiditas yang ketat di pasar global membuat pelaku pasar memilih tiarap dulu. Saham tambang, infrastruktur dan bank tetap jadi perhatian utama.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (4/2/2009) IHSG naik 16,032 poin (1,23%) menjadi 1.320,363.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Sentimen penurunan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 8,25% mampu menjadi momentum teknikal rebound 16 poin ke posisi 1.320. Namun tipisnya transaksi perdagangan masih harus diwaspadai pasca penurunan suku bunga karena selanjutnya pasar bakal mencari sentimen positif agar menguat kembali. Teknikal rebound masih berpeluang lanjut kembali karena ada indikasi keluar dari area oversold. Selanjutnya pergerakan harian ada di level 1.290-1.340 dengan pilihan saham: BBRI,  INTP, PTBA, UNVR dan LSIP.
 
Panin Sekuritas

IHSG kemarin bergerak menguat +1,23% pada 1.320,363, didorong oleh penurunan BI Rate menjadi 8,25%, serta bursa regional yang masih menguat. Disisi lain, transaksi perdagangan kembali berada dibawah Rp 1 triliun. Secara teknikal, level 1.300 terlihat menjadi level support psikologis bagi indeks untuk jangka pendek. Faktor lain yang dapat mempengaruhi gerak indeks hari ini adalah nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif. Kisaran support-resistance 1.300-1.340.

eTrading Securities

Saham di AS ditutup melemah setelah laporan keuangan dari Kraft yang mengecewakan (laba bersih turun 72% YoY). Saham konsumer yang di harapkan menjadi tempat berteduh (Defensive Stock) ternyata menunjukan krisis permintaan. konsumen menggurangi pengeluaran untuk kebutuhan pokok. Dow -1.5%, S&P500 -0.8% dan Nasdaq tidak berubah. Dow diseret oleh Kraft (-9.2%) dan Bank of America, yang anjlok 11%, seiring keraguan terhadap penggunaan uang TARP. Sementara itu, 522.000 kerjaan telah terpangkas dari sektor privat bulan lalu.

Laporan keuangan FY08 diharapkan bisa menjadi katalis bursa di pekan ini, Adaro melaporkan volume penjualan batu-bara tahun ini naik 9% menjadi 41 juta ton. Saat ini perseroan masih menggunakan harga kontrak yang lama, ADRO akan melakukan negosiasi baru terhadap 70% dari total kontrak di tahun ini. Tahun depan ADRO memprediksikan produksi naik menjadi 42 – 45 juta tons. Setelah BI Rate di pangkas 50 bps kemarin, rata-rata saham property dan consumer naik tetapi ASII tergerus akibat penurunan penjualan motor Jan ’09 turun 20%. Penurunan harga komoditas mengakibatkan pendapatan di daerah kaya komoditas tergerus. Untuk ke depan, kita akan di hadapan dengan laporan keuangan 2009 yang akan menghantui market di 2Q09.  

Di regional, Rata-rata di buka mixed Nikkei -1% STI +0,1%, KLSE dan KS11 -0,3%. Harga komoditas relative stabil, namun ada peningkatan di minyak makan (CPO), yang bergerak naik menjadi RM1,848/ton (+3%). Kemarin, Penguatan dollar mengakibatkan semua mata uang melemah, kami melihat positif dari pemangkasan suku bunga bisa memicu penguatan di rupiah.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads