Bank Indonesia (BI) juga nampaknya memilih bersiaga di pasar dengan melakukan intervensi yang terukur. Minimnya likuiditas membuat rupiah gampang melemah dengan pembelian dolar yang sedikit saja.
Pada perdagangan valas pukul 07.50 WIB, Kamis (5/2/2009) rupiah ada di level 11.725 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.700-11.750 per dolar AS. Posisi rupiah Kamis pagi ini tidak jauh beda dengan Rabu kemarin (4/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelemahan rupiah lebih banyak disebabkan oleh ketidakpastian kondisi dunia. Pergerakan rupiah sudah tidak lagi bergantung pada suku bunga. Tapi lebih dipengaruhi likuiditas dunia yang memang kering, terutama dolar. Ini terjadi dimana-mana bukan hanya di Indonesia," katanya Rabu kemarin.
Sementara pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (4/2/2009), euro terkoreksi ke posisi 1,2853 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3029 dolar AS. Mata uang Paman Sam juga menguat terhadap yen di posisi 89,60 yen dibanding hari sebelumnya 89,33 yen.
Dolar AS menguat karena terdorong sentimen yang dilakukan Institute for Supply Management yang menyebutkan indeks sektor pelayanan naik 42,9% di Januari dibanding Desember 40,1%. (ir/ir)











































