Adaro Jual 41,1 Juta Ton Batubara di 2008

Adaro Jual 41,1 Juta Ton Batubara di 2008

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 08:43 WIB
Adaro Jual 41,1 Juta Ton Batubara di 2008
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjual 41,1 juta ton batubara sepanjang tahun 2008 yang naik 9% dibanding tahun 2007.

Dari jumlah tersebut batubara yang berasal dari anak usahanya PT Adaro Indonesia mencapai 39,8 juta ton sedangkan 1,3 juta ton batubara dari pihak ketiga.

Sementara total produksi di tahun 2008 naik sebesar 7% menjadi 38,5 juta ton. Kapasitas produksi perseroan saat ini sebesar 45 juta ton batubara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan saat ini memiliki sekitar 2,8 miliar ton cadangan dan sumber daya batubara dan terintegrasi untuk eksplorasi hingga pemasaran. Adaro berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 80 juta ton per tahun pada 2013.

"Kami bergembira atas pencapaian target produksi dan penjualan kami di tahun 2008, walaupun terdapat sejumlah kesulitan dan tantangan, seperti cuaca buruk di awal tahun 2008 dan memburuknya kondisi ekonomi dunia pada akhir tahun 2008. Kami akan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk mencapai kembali target kami di tahun 2009 ini," kata Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir dalam siaran pers, Kamis (5/2/2009).

Kondisi krisis saat ini menurut Garibaldi, telah mengurangi tekanan pertumbuhan tahunan untuk 'Tumbuh Secepatnya' dan bergerak menuju pertumbuhan yang terukur. Oleh karenanya, dengan target internal yang tetap sama, Adaro Indonesa mungkin tidak akan mencapai batas atas target penjualannya yang sebesar 42 hingga 45 juta ton.

Adaro Energy tidak merevisi target harga untuk tahun 2008 dan 2009. Lebih dari 95% penjualan perusahaan dilakukan berdasarkan negosiasi harga tahunan, dan sisanya ditetapkan berdasarkan suatu indeks. Hampir 70% dari seluruh pengiriman untuk tahun 2009 telah ditetapkan harganya.

Harga rata-rata penjualan untuk Envirocoal tahun 2009 diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2008. Mempertimbangkan tingginya harga batubara di tahun 2008, Pemerintah Indonesia telah meminta Adaro untuk menaikkan harga jualnya di tahun 2009 terhadap sejumlah kontrak.

Target produksi dan penjualan jangka menengah Adaro Energy adalah tetap 80 juta ton per tahun pada akhir tahun 2013. Namun, dengan adanya perubahan kondisi ekonomi global, Adaro Energy melakukan  sejumlah penyesuaian untuk pencapaian target pertumbuhan ini, dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dan meminimalkan risiko.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads