Bahtera Adimina Obral Aset untuk Lunasi Utang

Bahtera Adimina Obral Aset untuk Lunasi Utang

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 13:30 WIB
Bahtera Adimina Obral Aset untuk Lunasi Utang
Jakarta - PT Bahtera Adimina Samudra Tbk (BASS) berencana menjual seluruh aset jaminan obligasi berupa kapal dan tanah yang dimilikinya untuk melunasi kewajiban utang dan obligasi sebesar Rp 249,848 miliar.

Perseroan telah menghentikan seluruh kegiatan operasi penangkapan ikannya, dan telah merumahkan serta memberhentikan hampir seluruh karyawannya.

"Guna mempercepat penjualan aset tersebut, kami telah mengiklankan penjualan aset tersebut," ujar Corporate Secretary BASS, Panudju Adjie, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (5/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangannya, perseroan menyatakan sudah tidak memiliki pendapatan dari operasional lantaran telah menghentikan kegiatan operasionalnya. Saat ini karyawan yang tersisa hanya berjumlah 25 orang, yang mencakup karyawan di kantor pusat dan beberapa Anak Buah Kapal (ABK) untuk  mengurusi kapal yang tertambat.

Perseroan menyadari untuk memulihkan kembali kondisi saat ini tidak sehat, akibat kewajiban utang yang menumpuk. Sehingga, perseroan memutuskan untuk melunasi seluruh kewajiban yang ada, baik obligasi maupun utang bank, dengan
segala sumber daya yang dimiliki.

Bursa Efek Indonesia (BEI), telah menghapus pencatatan saham atau delisting BASS pada 25 Agustus 2008. Alasannya, karena saham tersebut sudah mengalami suspensi, lebih dari dua tahun. Selain itu, perseroan tidak lagi memiliki  kegiatan operasional.

Perusahaan perikanan itu terus mengalami keterpurukan sejak kenaikan BBM pada Oktober 2005. Upaya perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha juga belum berjalan.

Pada tahun 2007, BASS sama sekali tidak menjalankan kegiatan operasional yang berakibat tidak adanya pendapatan perseroan. Sedangkan total aset tahun 2007 mencapai Rp 250,828 miliar dengan total kewajiban Rp 249,848 miliar termasuk utang obligasi yang telah jatuh tempo pada 2005. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads