Perseroan telah menghentikan seluruh kegiatan operasi penangkapan ikannya, dan telah merumahkan serta memberhentikan hampir seluruh karyawannya.
"Guna mempercepat penjualan aset tersebut, kami telah mengiklankan penjualan aset tersebut," ujar Corporate Secretary BASS, Panudju Adjie, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (5/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan menyadari untuk memulihkan kembali kondisi saat ini tidak sehat, akibat kewajiban utang yang menumpuk. Sehingga, perseroan memutuskan untuk melunasi seluruh kewajiban yang ada, baik obligasi maupun utang bank, dengan
segala sumber daya yang dimiliki.
Bursa Efek Indonesia (BEI), telah menghapus pencatatan saham atau delisting BASS pada 25 Agustus 2008. Alasannya, karena saham tersebut sudah mengalami suspensi, lebih dari dua tahun. Selain itu, perseroan tidak lagi memiliki kegiatan operasional.
Perusahaan perikanan itu terus mengalami keterpurukan sejak kenaikan BBM pada Oktober 2005. Upaya perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha juga belum berjalan.
Pada tahun 2007, BASS sama sekali tidak menjalankan kegiatan operasional yang berakibat tidak adanya pendapatan perseroan. Sedangkan total aset tahun 2007 mencapai Rp 250,828 miliar dengan total kewajiban Rp 249,848 miliar termasuk utang obligasi yang telah jatuh tempo pada 2005. (dro/ir)











































