Hal ini disampaikan General Manager Operation PT adaro Indonesia, Priyadi di sela-sela diskusi "Iklim Usaha Pertambangan Pasca Diundangkannya UU Minerba" di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (5/2/2009).
"Produksi tahun ini kami prediksikan akan meningkat menjadi 42-43 juta ton. Sedangkan untuk produksi di tahun 2008 sekitar 38,5 juta ton," ungkapnya.
Dari total produksi tersebut, lanjut Priyadi, akan 30 persennya akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik. "Kebanyakan untuk PLTU dan indutri lain termasuk semen. Tapi semen tidak memerlukan banyak, paling banyak itu untuk PLTU Paiton dan Cirebon," jelasnya.
Sedangkan sisanya, imbuh Priyadi, akan dijual ke negara-negara lain. "70 persennya hampir ke semua benua seperti Amerika, Eropa dan Asia seperti jepang," ungkapnya.
Priyadi menjelaskan untuk mencapai target produksi tersebut tahun ini pihaknya akan terus mengeskplorasi lahan-lahan yang ada dan tidak akan membuka lahan baru.
"Kita masih melanjutkan kegiatan penambangan yang ada karena tambang kita, batubaranya cukup tebal hanya saja miringnya agak terjal sehingga kita perlu menambang lebih dalam," katanya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, lanjut Priyadi akan berpengaruh terhadap penurunan produksi. "Hujan cukup tinggi, sehingga terjadi penurunan.namun kami tetap optimis target akan tercapai dengan meningkatkan produksi di bulan-bulan lain," ungkapnya. (epi/ir)











































