Rupiah Terseret ke 11.665/US$

Rupiah Terseret ke 11.665/US$

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 16:46 WIB
Rupiah Terseret ke 11.665/US$
Jakarta - Rupiah masih terseret ke zona pelemahan di tengah ketatnya likuiditas pasar global saat ini. Bank Indonesia dan pemerintah melihat titik keseimbangan baru rupiah di level 11.000 per dolar AS.

Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Kamis (5/2/2009) rupiah melemah 115 poin ke posisi 11.665 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah hingga level 11.900 per dolar AS namun bisa ditahan oleh intervensi bank sentral.

Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2009) mengatakan rupiah dalam beberapa waktu belakangan bertahan Rp 11.000/US$. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan ekonomi ada risiko menurun dari 5% menjadi 4,7%, untuk nilai tukar rupiah kita lihat ekuilibrium dalam beberapa waktu belakangan adalah Rp 11.000/US$, harga minyak turun jadi US$ 45 per barel, sedangkan inflasi adalah 6,2%," tuturnya.

Sementara Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom mengatakan asumsi pemerintah mengenai nilai tukar rupiah 11.000/US$ cukup realistis. Rata-rata nilai tukar 2009 diperkirakan relatif stabil dibanding 2008.

Rupiah menurut Miranda sangat dipengaruhi oleh beberapa hal yakni prospek ekonomi global dan harga komoditas. Berlanjutnya konsolidasi di pasar keuangan, serta dinamika politik pada periode pemilu yang diperkirakan akan menpengaruhi nilai tukar 2009.

"Menghadapi berbagai faktor tersebut BI secara cermat akan senantiasa menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dengan menyeimbangkan permintaan dan penawaran di pasar valas," ujar Miranda.

Selain itu BI juga melakukan penguatan strategi komunikasi serta peningkatan efektifitas peraturan, kehati-hatian dan pemantauan lalu lintas devisa.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads