Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Kamis (5/2/2009) rupiah melemah 115 poin ke posisi 11.665 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah hingga level 11.900 per dolar AS namun bisa ditahan oleh intervensi bank sentral.
Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2009) mengatakan rupiah dalam beberapa waktu belakangan bertahan Rp 11.000/US$. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom mengatakan asumsi pemerintah mengenai nilai tukar rupiah 11.000/US$ cukup realistis. Rata-rata nilai tukar 2009 diperkirakan relatif stabil dibanding 2008.
Rupiah menurut Miranda sangat dipengaruhi oleh beberapa hal yakni prospek ekonomi global dan harga komoditas. Berlanjutnya konsolidasi di pasar keuangan, serta dinamika politik pada periode pemilu yang diperkirakan akan menpengaruhi nilai tukar 2009.
"Menghadapi berbagai faktor tersebut BI secara cermat akan senantiasa menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dengan menyeimbangkan permintaan dan penawaran di pasar valas," ujar Miranda.
Selain itu BI juga melakukan penguatan strategi komunikasi serta peningkatan efektifitas peraturan, kehati-hatian dan pemantauan lalu lintas devisa.
(ir/qom)











































