Harapan itu langsung membuat saham-saham sektor perbankan kembali menguat dan mengangkat indeks saham di sesi-sesi akhir. Perbaikan sistem akuntansi itu diharapkan bisa membuat kinerja bank semakin baik sehingga kredit kembali mengucur.
Pada perdagangan Kamis (5/2/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat hingga 106,41 poin (1,34%) ke level 8.063,07. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 13,62 poin(1,64%) ke level 845,85 dan Nasdaq melonjak 31,19 poin (2,06%) ke level 1.546,24.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segala sesuatu yang membantu perbankan akan sangat membantu perekonomian jika mereka memulai lagi kredit. Kabar dari Wal-Mart cukup baik, dan itu juga cukup membantu," ujar Giri Cherukuri, kepala pialang dari OakBrook Investment LLC seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/2/2009).
Wal-Mart menjadi saham utama penopang penguatan Dow Jones, setelah melonjak hingga 4,6%. Wal-Mart yang merupakan peritel terbesar AS mengumumkan penjualan pada toko yang baru dibukanya setahun lalu naik hingga 2,1%, di atas ekspektasi Wall Street sebesar 1,1%.
Saham-saham teknologi juga menguat setelah Akamai Technologies mengumumkan laba dan pendapatannya ternyata di atas ekspektasi. Saham Akamai melonjak hingga 18,1%. Diikuti oleh penguatan Apple 3,1% dan Cisco System yang naik 3,2%.
Volume perdagangan cukup aktif, yakni di New York Stock Exchange mencapai 1,63 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,56 miliar, juga di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar. (qom/qom)










































