Rupiah Minimalkan Tekanan Negatif

Rupiah Minimalkan Tekanan Negatif

- detikFinance
Jumat, 06 Feb 2009 08:05 WIB
Rupiah Minimalkan Tekanan Negatif
Jakarta - Pelemahan rupiah bisa tertahan sedikit dengan bantuan intervensi bank sentral. Mata uang lokal ini harus bertahan dari gempuran faktor eksternal yang dilanda kekeringan likuiditas.

Pada perdagangan valas pukul 07.55 WIB, Jumat (6/2/2009) rupiah ada di posisi 11.775 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.750-11.800 per dolar AS.

Posisi rupiah Jumat pagi menguat tipis jika dibandingkan penutupan Kamis kemarin (5/2/2009) di level 11.800 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom, Kamis (5/2/2009) mengatakan rupiah sangat dipengaruhi oleh beberapa hal yakni prospek ekonomi global dan harga komoditas. Berlanjutnya konsolidasi di pasar keuangan, serta dinamika politik pada periode pemilu yang diperkirakan akan menpengaruhi nilai tukar 2009.

"Menghadapi berbagai faktor tersebut BI secara cermat akan senantiasa menjaga volatilitas nilai tukar rupiah dengan menyeimbangkan permintaan dan penawaran di pasar valas," ujar Miranda.

Selain itu BI juga melakukan penguatan strategi komunikasi serta peningkatan efektifitas peraturan, kehati-hatian dan pemantauan lalu lintas devisa.

Sementara dolar AS kembali memperpanjang penguatannya terhadap euro dan yen karena investor berharap rencana presiden Obama memperbaiki sistem finansial dan antispisasi penurunan suku bunga Eropa di bulan depan.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (5/2/2009) euro jatuh ke 1,2786 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,2847 dolar AS. Sedangkan terhadap mata uang Jepang, dolar AS menguat ke 91,13 yen dibanding hari sebelumnya 89,42 yen. Sementara bank sentral Inggris (BoE) mengumumkan pemangkasan suku bunga menjadi 1% dari posisi semula 1,5% yang merupakan suku bunga terendah sepanjang sejarah Inggris.  
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads