Penjualan Bakrie Telecom Stabil di Tengah Ancaman Pembajakan

Penjualan Bakrie Telecom Stabil di Tengah Ancaman Pembajakan

- detikFinance
Jumat, 06 Feb 2009 12:01 WIB
Penjualan Bakrie Telecom Stabil di Tengah Ancaman Pembajakan
Jakarta - Penjualan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) masih stabil meski kini perusahaan sedang repot menghadapi ancaman pembajakan teknologi.

"Sejauh ini pembajakan belum berpengaruh pada penjualan. Masih stabil kok," ujar Direktur Corporate Services BTEL, Rakhmat Djunaedi saat dihubungi detikFinance, Jumat (6/2/2009).

Kendati demikian, ia menyatakan ikut prihatin dengan adanya pembajakan teknologi handset milik Huawei yang menjadi rekanan BTEL dalam produksi layanan Esia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ikut prihatin dengan pembajakan itu. Lebih detilnya bisa ditanyakan ke Huawei," ujarnya.

Ignatius Supriadi, kuasa hukum yang ditunjuk Huawei mengatakan, kliennya telah mengajukan peringatan terhadap para pembajak teknologi miliknya.

"Jadi Huawei menemukan beberapa kegiatan unlocking terhadap teknologi ponsel yang khusus untuk layanan Esia," ujar Supriadi.

Menurut Supriadi, tindakan pelaku-pelaku tersebut telah menyebabkan ponsel Huawei yang semula hanya bisa digunakan untuk layanan Esia menjadi bisa digunakan untuk layanan selain Esia.

"Salah satu pelaku sudah pernah kita tuntut dan telah dijatuhkan pidana 1 tahun 6 bulan," ujar Supriadi.

Namun, ia melanjutkan, Huawei menemukan masih ada teknologi handset Esia yang dibajak. Oleh karena itu Huawei menyatakan siap kembali mengajukan tuntutan hukum dalam waktu dekat.

"Jika tuntutan hukum jadi dilakukan, tuntutannya adalah ancaman denda Rp 200 juta bagi pelaku pelanggaran hak cipta. Itu belum termasuk tuntutan atas pemasaran produk ilegal," tegas Supriadi.

Saat ini Supriadi belum bisa memberikan angka pasti berapa jumlah handset Huawei Esia yang dibajak. Namun ia memastikan jumlahnya sangat besar.

"Jumlahnya sangat banyak. Ini terjadi hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Tapi angka pastinya masih dihitung," ujar Supriadi. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads