Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jakarta, Jumat (6/2/2009).
”Masalahnya konsorsium ini tiga-tiganya agak susah menyamakan perspektifnya. Untuk itu kita akan minta kepada PGN, kalau yang lain tidak bisa PGN saja sebagai single,” ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menambahkan, Kementerian Negara BUMN kini sedang mencari cara mengatasi masalah pasokan gas tersebut. Salah satu yang sedang diusahakan adalah mengupayakan impor untuk memenuhi kuota 3 juta ton tersebut.
“Kalau diimpor mereka (konsorsium) harus bikin kontrak, bikin dalam negeri, dengan harga impor juga. Kalau tidak pasokan tidak akan cukup, sekarang baru 1,5 juta ton dari total 3 juta,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Kementerian Negara BUMN telah melaporkan rencana impor gas tersebut kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Menurut Sofyan, jika pemerintah ternyata tidak mengizinkan rencana impor tersebut maka alternatif lain adalah pemenuhan pasokan dari produsen lokal lainnya.
(ang/lih)











































