"Pasti ada penurunan karena ada krisis di akhir 2008, sejak September tahun lalu ketika Lehman Brothers tutup kan pasar jadi turun," kata Dirut PT Danareksa (Persero), Edgar Ekaputra dalam media gathering di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/2/2009).
Pendapatan Danareksa tahun 2007 sebesar Rp 505,849 miliar dengan laba bersih Rp 56,197 miliar. Namun Edgar menolak menginformasikan besaran penurunan kinerja Danareksa dengan alasan sedang diaudit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transaksi derivatif itu kan hal yang sangat normal untuk lembaga keuangan tapi orang anggap besar. Masalahnya itu biasa saja kalau naik turun, iya," ujarnya.
Hingga saat ini menurutnya Danareksa tetap menjalankan order transaksi derivatif. "Sementara tetap kita jalankan kita deliver," ujarnya.
Untuk masalah transaksi derivatif ini, Danareksa juga akan menginformasikannya ke kementerian BUMN. "Sedang kita koordinasikan dengan pak Sofyan, sedang kita bahas," katanya.
Selama 2008, Danareksa menjamin IPO satu emiten yakni PT Indika Energy Tbk. Sedangkan obligasi yang ditangani sebanyak 7-9 emiten.
Diakui Edgar, kinerja saham di tahun 2008 tertekan karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turun luar biasa. "Bonds juga karena waktu itu tingkat bunga naik tapi sekarang kan bunga sudah mulai turun. Mungkin di kuartal kedua akan membaik ya karena semua sudah adjust lah," katanya.
Danareksa juga berencana menerbitkan obligasi di tahun ini untuk kebutuhan modal kerja.
(ir/qom)










































