Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (6/2/2009) rupiah melemah hingga 200 poin ke posisi 11.850 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah hingga 11.950 per dolar AS.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom mengatakan pelemahan rupiah disebabkan banyak faktor terutama dari pengaruh eksternal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pelemahan rupiah ini tidak sendiri, menurut Miranda secara internasional hampir semua mata uang melemah yang lebih banyak karena faktor global.
Meski rupiah cenderung melewati batas 11.000/US$ ke atas, namun menurut Miranda, mata uang lokal ini masih bisa mencapai lagi level 11.000 per dolar AS.
"Asumsi kan rata-rata setahun, kalau rata-rata 11 ribu itu achievable," tukasnya.
Sementara mata uang Asia lainnya bervariasi terhadap dolar AS seperti won Korea menguat 0,02%, yen Jepang melemah 0,22%, peso Filipina menguat 0,32%, dolar Singapura menguat 0,25%, bath Thailand melemah 0,11% dan dolar Taiwan melemah 0,06%.
(ir/qom)











































