Dirut SPS, Jusuf Rusli mengatakan, pihaknya berharap Sarijaya bisa segera normal beroperasi. Saat ini sistem IT dan SDM Sarijaya semuanya masih beroperasi normal.
"Saya sedikit curhat nih ya, tiap hari kami ngeprint berkilo-kilo-an dengan ongkos sendiri dalam keadaan yang terbatas. Kami ingin agar secepatnya perusahaan ini running. Sistem IT dan SDM semuanya kan masih ada dan kita masih operasional," kata Jusuf dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (6/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai investor baru, Jusuf mengatakan hingga kini masih terus melakukan diskusi. Yang pasti, Sarijaya berharap negosiasi bisa segera rampung agar perusahan bisa berjalan dengan normal lagi.
"Karena kita bicara dengan pihak yang berkepentingan, Anda-anda kan tahu siapa saja. Kita buka negosiasi dengan investor yang potensial. Kita ingin secepatnya perusahaan ini berjalan," ujarnya.
Terkait pencabutan suspensi Sarijaya, Nurhaida, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam LK mengatakan bahwa masih ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
"Awalnya suspensi karena syarat MKBD tidak akurat, jadi harus diselesaikan dulu," katanya.
Anggota Bursa dengan kode perdagangan SP tersebut terakhir melaporkan nilai MKBD sebesar Rp 29,318 miliar. Sarijaya berstatus sebagai broker lokal yang telah menjadi anggota bursa sejak 1995.
Â
 (qom/lih)











































