"Kelihatannya pelemahan rupiah masih didorong oleh adanya aksi-aksi spekulasi," ujar pengamat valuta asing Farial Anwar saat dihubungi detikFinance, Minggu (8/2/2009).
Menurut Farial, pelemahan rupiah selama satu bulan terakhir tergolong yang paling buruk. Ia mengatakan rupiah saat ini masuk 10 besar mata uang yang paling buruk di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farial mengatakan, faktor utama yang menyebabkan pelemahan rupiah adalah tidak adanya persediaan dolar AS di pasar, sedangkan permintaannya sangat tinggi. "Tidak ada yang mau jual dolar AS. Sebaliknya, pembelian dolar AS cukup tinggi. Ini penyebab utama pelemahan rupiah selama satu bulan ini," ujar Farial.
Menurutnya, ada indikasi aksi spekulasi masih mewarnai perdagangan rupiah versus dolar AS di pasar valuta asing. Hal ini ditandai dengan menurunnya pembelian dolar AS dari ekspor, tapi pembelian dolar terus meningkat.
"Ini bisa dua kemungkinan. Pertama, eksportir kita memang memarkir dolarnya di luar negeri. Kedua, aksi spekulasi masih berjalan meskipun peraturan Bank Indonesia sudah membatasinya," jelas Farial.
Akhir 2008, BI mengeluarkan peraturan BI (PBI) baru guna membatasi pembelian maupun penjualan dolar AS terhadap rupiah. Dalam peraturan tersebut, setiap pembelian atau penjualan dolar AS di atas US$100 ribu harus memiliki dokumen-dokumen (underlying asset) yang memenuhi syarat yang ditentukan.
"Indikasinya para spekulan memalsukan dokumen-dokumen tersebut untuk melakukan pembelian dolar AS secra masif. Ini sulit dibuktikan. Hanya perbankan yang bisa membuktikannya. Bukan tidak mungkin ini terjadi. Soal memalsukan dokumen kan bukan perkara sulit di Indonesia," ujar Farial.
Jika tidak diantisipasi, Farial melanjutkan, pelemahan rupiah diperkirakan masih akan terus berlanjut selama sepekan ke depan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda positif yang bisa mendorong rupiah bergerak naik.
"Kelihatannya masih akan melemah pekan depan. Masih ada masalah penawaran. Belum kelihatan faktor positif yangbisa mendorong rupiah menguat. Perkiraan sementara kisaran pergerakan rupiah akan ada di level Rp 11.600 hingga Rp 12.100," ujarnya. (dro/dro)











































