"Kelihatannya arahnya memang kesana. Keringnya likuiditas dolar AS kemungkinan karena mereka bersiap-siap beli surat utang AS," ujar pengamat valuta asing, Farial Anwar saat dihubungi detikFinance, Minggu (8/2/2009).
Menurut Farial, surat utang AS, jika jadi diterbitkan, akan menjadi salah satu pilihan investasi utama, terutama bagi investor dan spekulan besar di seluruh dunia. Farial mengatakan, meski kupon bunga yang akan diberikan tidak besar, namun surat utang AS diperkirakan akan menjadi salah satu pilihan investasi yang paling aman di tengah resesi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farial mengatakan, pola pikir yang sama juga berlaku pada investor dan spekulan kelas kakap di Indonesia. Akibatnya, ia melanjutkan, para pemain besar di Indonesia pun mulai memborong dolar AS secara masif dengan tujuan membeli surat utang AS jika jadi diterbitkan.
"Kelihatannya pemain-pemain besar disini (Indonesia) sudah mulai bersiap-siap dengan cara memborong dolar AS. Bank-bank juga kelihatannya mulai menyiapkan dolar AS," ujar Farial.
"Kelihatannya pasti jadi diterbitkan. Apalagi paket stimulus US$ 900 miliar sudah disetujui. Kalau tidak dengan obligasi, darimana mereka mendanainya?," imbuh Farial.
Farial juga mengingatkan, rencana penerbitan surat utang AS harus dicermati. Sebab, penerbitan surat utang senilai US$ 900 miliar akan menyebabkan dolar AS terserap secara masif ke AS.
"Dolar AS di pasaran akan langka. Jika tidak diantisipasi, akan terjadi pelemahan nilai tukar hampir semua mata uang di dunia terhadap dolar AS, termasuk rupiah. Apalagi kalau banyak pemain lokal yang beli ikut beli surat utang tersebut. Ini harus dicermati," ujar Farial. (dro/dro)











































