Bapepam Diminta Jelaskan Masalah Bumi ke DPR

Bapepam Diminta Jelaskan Masalah Bumi ke DPR

- detikFinance
Senin, 09 Feb 2009 11:07 WIB
Bapepam Diminta Jelaskan Masalah Bumi ke DPR
Jakarta - DPR akan memanggil Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk menerangkan masalah seputar kasus di pasar modal. Selain masalah Antaboga dan Century, DPR juga minta penjelasan kasus Bumi Resources.

Bapepam dijadwalkan akan melakukan rapat dengan komisi XI DPR, Selasa (10/2/2009). Semula DPR akan memanggil Bapepam pada Senin siang ini namun diundur pada Selasa besok.

Materi yang akan dibahas dalam kasus Bumi adalah seputar akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan batubara tersebut terhadap 3 perusahaan yang baru dilakukannya awal tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, DPR juga akan minta penjelasan soal sengketa penjualan saham Triwira Insanlestari antara Renaissance Capital dan Merrill Lynch. Namun yang utama Bapepam akan menjelaskan perkembangan kasus Antaboga dan Century.   

Panggil BI dan LPS

Komisi XI juga akan memangggil BI, LPS dan direksi Bank Century selambat-lambatnya dalam sepekan ini. DPR minta masalah ini segera diselesaikan.

"Kita minta dan akan panggil BI, LPS dan direksi Bank Century untuk minta penjelasan supaya masalah ini clear, kalau bisa dalam pekan ini semua masalahnya selesai," kata anggota DPR Ramson Siagian.

Usulan tersebut dilontarkan Ramson menanggapi curhat nasabah yang menceritakan masalahnya ketika berdiskusi dengan pejebat BI, maupun Bank Century.

Salah seorang perwakilan nasabah bernama Siput mengatakan sewaktu mereka bertemu BI untuk menanyakan masalah bagaimana bisa produk reksa dana dijual Bank Century selama bertahun-tahun padahal sudah dilarang, namun tidak diberi jawaban yang memadai.

"Kita nasabah nggak tahu kalau produk itu dilarang dan Bank Century juga nggak bilang, ketika kita tanya ke BI apakah itu dilarang atau ini jangan-jangan hanya bisik-bisik antara BI dan Century saja, saya langsung dimarahi oleh BI," ujar Siput.

Menanggapi hal itu, Dradjad mengatakain BI harus menjelaskan masalah ini ke dewan agar masalah bisa segera selesai.
(ir/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads