BPUI Ingin IPO Setelah Diambilalih Pemerintah

BPUI Ingin IPO Setelah Diambilalih Pemerintah

- detikFinance
Senin, 09 Feb 2009 16:42 WIB
BPUI Ingin IPO Setelah Diambilalih Pemerintah
Jakarta - PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) berencana untuk melangsungkan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) setelah seluruh kepemilikan sahamnya diberikan kepada pemerintah oleh Bank Indonesia.

Demikian dikemukakan oleh Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Parikesit Suprapto di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (9/2/2009).

"Direksinya (BPUI) sudah meminta untuk IPO kepada kami, tapi itu masih nanti, masih harus kita dicantikkan dulu kalau mau dijual," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, pemerintah rela melepas kepemilikan saham perusahaan pelat merah tersebut kepada publik jika masalah utang rekening dana investasi (RDI) perusahaan senilai hingga Rp 1,2 triliun tuntas.

Pada tahun 1996-1997, utang RDI BPUI hanya sebesar Rp 250 miliar. Pada tahun 2006 utang mulai membengkak menjadi Rp 1,2 triliun dengan beban bunga Rp 163,1 miliar

"Pokoknya urusan utang harus bisa selesai dulu baru bisa IPO. Yang penting pokok utangnya saja, bunganya dicicil selama 20 tahun," jelasnya.

Saat ini BPUI dimiliki oleh dua institusi, yaitu pemerintah 13 persen dan BI sebesar 87 persen. BI sendiri berencana untuk menghibahkan semua kepemilikannya di BPUI kepada pemerintah karena sesuai undang-undang, BI tidak boleh memiliki anak usaha.

(ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads