Wall Street Flat Tunggu Stimulus, Minyak di Bawah US$ 40

Wall Street Flat Tunggu Stimulus, Minyak di Bawah US$ 40

- detikFinance
Selasa, 10 Feb 2009 06:50 WIB
Wall Street Flat Tunggu Stimulus, Minyak di Bawah US$ 40
New York - Harga minyak anjlok di bawah US$ 40 per barel lagi, sehingga membuat saham-saham sektor energi tertekan. Sementara Wall Street tetap flat karena investor mulai berjaga-jaga menunggu paket stimulus yang akan segera diumumkan.

Para pialang tidak sabar menunggu rincian dari paket stimulus perbankan. Namun pengumuman dari Menkeu AS Timothy Geithner ternyata ditunda sehari hingga Selasa.

"Setiap orang menunggu pengumuman Geither besok. Harapan ditingkatkan setinggi mungkin yang mereka bisa, namun kemungkinan bisa menjadi sebuah anti klimaks karena sebenarnya detail dari rencana itu sudah dipaparkan sebelumnya," ujar Steven Masocca, analis dari Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Senin (9/2/2009), indeks Dow Jones industrial average turun tipis 9,72 poin (0,12%) ke level 8.270,87. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 1,29 poin (0,15%) ke level 869,89 dan Nasdaq turun tipis 0,15 poin (0,01%) ke level 1.591,56.

Investor juga sedang menantikan persetujuan dari Senat AS terhadap rencana stimulus ekonomi US$ 819 miliar yang sebelumnya telah disetujui oleh DPR AS.

Saham-saham sektor perbankan menjadi fokus perdagangan. Bank of America naik hingga 12,40%, Morgan Stanley juga naik hingga 3,24%. Demikian pula saham-saham bank lokal seperti Huntington Banchshares naik hingga 11%, Regional Financial naik 10%.

Semikian pula saham General Electric yang menjadi salah satu pendorong kenaikan Dow Jones setelah mencetak kenaikan 13,9%.

Namun turunnya harga minyak hingga di bawah US$ 40 per barel membuat saham sektor energi tertekan. Saham ExxonMobil turun 1,1% menjadi US$ 79,48.

Kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Maret memang turun 61 sen ke level US$ 39,56 pe barel. Minyak Brent juga turun 19 sen di level US$ 46,02 per barel.

Sementara saham Coca Cola dan PepsiCo menjadi penghambat utama kenaikan Dow Jones. Harga saham kedua perusahaan tersebut turun setelah peringkatnya diturunkan dan target harganya dipangkas. Saham Coca-Cola turun hingga 2,9% dan PepsiCo turun 3,9%. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads